Abaikan Peringatan, DLH OKU Ancam Tutup Bengkel Mitsubishi Motor

Limbah oli yang dibuang ke parit yang menuju ke anak sungai ogan diduga dari bengkel Mitsubisi Motor Baturaja, Selasa (15/5). (foto: bagus mihargo/fornews.co)

BATURAJA, fornews.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ancam menutup PT Lautan Berlian (Mitsubishi Motor) berada di Jalan A Yani Kemelak. Hal ini menyusul, diduga telah melakukan pencemaran limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang mengalir ke dalam drainase umum dan mengalir kesungai.

Bahkan Kepala DLH OKU, Selamat Riyadi melalui Kepala Bidang Penataan dan Penataan Lingkungan Febrianto Kuncoro mengungkapkan, usaha yang bergerak di bidang otomotif tersebut (PT Lautan Berlian/Mitsubishi Motor) Baturaja, sama sekali belum memiliki izin hingga detik ini.

“Kami saat ini tengah menyiapkan sanksi administrasi terhadap PT Lautan Berlian (Mitsubishi Motor) Baturaja. Apalagi memang dalam aktivitasnya, mereka (PT Lautan Berlian/Mitsubishi Motor) Baturaja, sama sekali belum memiliki ijin sampai detik ini,” tegas Kuncoro, Selasa (15/05) siang.

Menurut Kuncoro, limbah yang ditimbulkan PT Lautan Berlian berupa limbah oli bekas yang berasal dari bengkel. Limbah tersebut mencemari aliran air (got) hingga masuk ke dalam sungai. Pasal 59 UU No 32/2009 tentang PPLH junto PP No 101/2014 tentang pengelolaan limbah B 3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 dan tidak boleh membuang (dumping) ke media lingkungan hidup.

“Sebenarnya pihak DLH telah melakukan teguran dan mendatangi lokasi yang diduga melakukan pencemaran,  bahkan kami telah menegur dan meminta untuk segera melakukan perbaikan pengelolaan limbah,” terangnya.

Namun hingga saat ini sambung Kuncoro, belum juga ada tindakan dan terkesan mengabaikan teguran tersebut, sehingga pihaknya saat ini tengah menyiapkan sanksi administrasi dengan mengirim surat tertulis kepada pihak Mitsubishi Motor Baturaja, dan di tembuskan pada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Medan.

“Kita pernah datang ke Mitsubishi Motor dan kita minta untuk segera melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan prosedur. Namun mereka terkesan mengabaikan sehingga kita lakukan langkah berikutnya yakni sanksi administrasi. Bahkan jika PT Lautan Berlian masih abai terhadap teguran ini, sanksi penutupan bisa dilakukan,” tegasnya.

Terpisah, PT Lautan Berlian Baturaja, Herman saat dikonfirmasi membenarkan jika telah menerima surat dari pihak DLH OKU. Pihaknya berdalih sedang menempuh pengurusan izin yang dimaksudkan. “Kami saat ini sedang mengurusnya,” katanya singkat.

Sementara, warga sekitar Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, mengaku telah lama mengeluhkan adanya dugaan limbah yang mencemari lingkungan mereka.

“Limbah ini sudah lama,  asalnya dari bengkel mobil Mitsubishi itu. Parahnya limbah ini sering mengalir ke anak sungai tak jauh dari bengkel itu,” ucap Harto salah satu warga kemelak saat dibincangi.

Menurut Harto, limbah Oli mengalir dari selokan pinggir jalan hingga sampai ke aliran anak sungai. “Sungai ini sampai juga ke mauara desa Laya,  pasti ada imbasnya terhadap lingkungan,” ucapnya.

Pantauan di kawasan dekat bengkel tersebut memang benar adanya, oli hitam mengalir dari bengkel itu menyusuri selokan/parit persis di pinggir jalan hingga bermuara ke anak sungai itu. Warna hitam pekat berkerak tergambar di aliran itu. (gus)