Baru 46%, Vaksinasi Measles Rubella di Sumsel Digenjot

Vaksin Measles Rubella. (ist)

PALEMBANG, fornews.co  – Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Ferry Yanuar mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Measles dan Rubella (MR) di Sumsel baru sekitar 46% atau baru mencapai 995 dari total 2.239.000 anak.

Ferry Yanuar mengakui kalau pelaksanaan imunisasi campak ini sempat tertunda karena belum adanya label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait penggunaan vaksin yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) tersebut.

Namun, lanjut Ferry Yanuar, kini MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 33 tentang penggunaan vaksin MR kalau saat ini penggunaannya dibolehkan karena dengan beberapa alasan.

Berdasarkan fatwa tersebut, dibolehkannya vaksin MR untuk imunisasi, di antaranya karena ada unsur kondisi keterpaksaan (darurat syariyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

“Sekarang (vaksinasi) sudah berjalan lagi, tapi harus dilakukan sosialisasi ulang dan harus dimobilisasi lagi. Untuk itu, kami mengimbau kepada Dinkes kabupaten/kota untuk terus bergerak melakukan sosialisasi dan vaksinasi ” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (14/9).

Pun demikian, pihaknya optimistis jika vaksinasi yang dilakukan bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Setidaknya, 95 persen sehingga dengan sendirinya 5 persen akan terlindungi karena virus ini tidak akan berkembang jika lingkungan di sekitarnya sudah kebal.

Selain menyasar anak-anak, saat ini pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan ataupun yang baru menikah. Karena, kebanyakan dari mereka belum mengetahui tentang penyakit ini.

“Memang penyakit ini tidak dirasakan bagi dewasa. Tapi, menyasar kepada janin yang dikandung sehingga setelah lahir baru diketahui jika terkena Rubella,” terangnya.

Terkait jumlah penderita di Sumsel, Fery belum mengetahui secara persis total jumlah kasus yang ada. (bas)