Batas Wilayah Tambang Panas Bumi OKU-Muaraenim Akhirnya Clear

Kabag Administrasi Pemerintahan Setda OKU, Priyatno Darmadi, berkoordinasi dengan tim Penegasan Batas Daerah (PBD) OKU, Muaraenim dan OKU Selatan, yang difasilitasi tim PBD Sumsel.

BATURAJA, fornews.co – Soal batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kabupaten Muaraenim, dan OKU Selatan, yang menjadi kawasan operasional tambang panag bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lumut Balai, akhirnya clear.

Kesepakatan tercipta antara tim Penegasan Batas Daerah (PBD) OKU, Muaraenim dan OKU Selatan, yang difasilitasi tim PBD Sumsel. Bahwa dari 11 sumur panas bumi yang dibor oleh anak usaha PT Pertamina (Persero), tujuh sumur masuk dalam wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten OKU. Sedangkan empat sumur berada di wilayah Semende Ulu Darat, Kabupaten Muaraenim.

“Ya, sudah disepakati. Dan kesepakatan antara tiga kabupaten (OKU, Muaraenim dan OKUS) itu diteken pada 3 Mei 2017 lalu di kantor PT PGE Lumut Balai, yang difasilitasi tim PBD provinsi Sumsel,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pemerintahan Setda OKU, Priyatno Darmadi, Selasa (09/01).

Adapun batas segitiga wilayah antara tiga kabupaten itu, yakni dengan titik koordinat peta topografi skala 1:50 X: 347584 Y: 9527526. Yakni untuk wilayah Muaraenim, perbatasannya di Desa Tanjung Tigam Kecamatan Semende Darat Ulu. Untuk OKU, di desa Mendingin, Gunung Tiga, dan Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan. Sedangkan OKU Selatanm berbatasan dengan Desa Singa Laga, Kecamatan Kisam Tinggi.

“Dari situlah, berdasarkan titik kartometrik dan peta topografi kodam II Sriwijaya (Top Dam), didapati gambaran awal bahwa dari 11 sumur yang menjadi kegiatan PT PGE Lumut Balai, tujuh di antaranya masuk dalam wilayah OKU, dan empat sumur lainnya di Muaraenim,” bebernya.

Diakui Priyatno, selama ini ada kesalahan pemahaman ataupun kekeliruan dari PT PGE berkaitan dengan kegiatan eksplorasinya. Sehingga kiblat mereka (PT PGE) selalu ke Kabupaten Muaraenim, seperti pengurusan amdal dan izin segala macamnya.

“Sekarang pihak manajemen PT PGE sudah tahu. beberapa waktu lalu melalui DLH sudah menghadap bupati mengenai izin amdal, dll, yang akan direvisi,” katas Priyatno seraya mengungkapkan bahwa PT PGE Lumut Balai saat ini tengah membangun fasilitas Turbin di lokasi. (gus)