Belum Ada Label Halal, MUI Sumsel Tegaskan Dinkes Tunda Launching Vaksin Rubella

Ketua MUI Sumsel Aflatun Muchtar didampingi Sekretaris Umum, Ayik Farid memberikan keterangan pers dan menunjukkan surat pernyataan sikap terkait informasi vaksin Rubella yang disepakati MUI dan Menkes, di Kantor MUI Sumsel, Palembang, Senin (6/8). (foto fornews.co/m iqbal)

PALEMBANG, fornews.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi setempat, menunda launching vaksin Measles Rubella (MR), sebab belum ada sertifikat halal yang difatwakan MUI pusat.

Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar menuturkan, vaksin MR yang merupakan kombinasi vaksi campak (measles) dan rubella akan launching besok, Selasa (07/08) adalah vaksin yang diproduksi Serum Institute of India (SII) belum dimohonkan sertifikat halal.

Kemudian, berdasarkan hasil pertemuan Ketua MUI pusat dan Menteri Kesehatan pada 3 Agustus 2018, Kemenkes sepakat dan berkomitmen untuk memperhatikan aspek agama dalam melaksanakan imunisasi MR dengan konsultasi dan permohonan fatwa.

“Jadi di antara hasil kesepakatan itu, Menteri Kesehatan menunda imunisasi Rubella bagi masyarakat muslim, sampai adanya kejelasan pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan oleh fatwa MUI,” kata Aflatun Muchtar dalam keterangan pers di Kantor MUI Sumsel, Senin (06/08).

Aflatun melanjutkan, menyikapi hasil pertemuan itu, MUI Sumsel, langsung merespons dengan mengedarkan surat ke Dinkes provinsi dan Dinkes kabupaten/kota. Serta seluruh Kantor MUI di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“MUI Sumsel, berkewajiban untuk melindungi masyarakat muslim dari obat-obatan, vaksin yang belum jelas kehalalannya. Jadi kita berharap, agar Dinkes Provinsi Sumsel, dan kabupaten/kota se-Sumsel, untuk tidak melaksanakan launching vaksin Rubella besok,” ungkapnya.

“Kita juga minta Dinkes menunda pelaksanaan imunisasi Rubella sesuai kesepakatan ketua Majelis Ulama pusat dengan Menkes, sampai dengan adanya kejelasan dan kehalalan vaksin tersebut,” tandasnya. (bas)