Berita Hoaks Picu Teror, Tokoh NU Sumsel Imbau Masyarakat Teliti Gunakan Medsos

ilustrasi (net)

PALEMBANG, fornews.co- Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)  Sumsel, KH Amri Siregar menyatakan, bahwa terorisme adalah musuh bersama. Jadi, atas dasar itu masyarakat tidak boleh takut.

“Agama tidak mengajarkan membunuh sesama, jelas ini musuh kita bersama,” katanya, saat dibincangi wartawan, Senin (15/05).

Amri menerangkan, pihaknya tidak menampik bahwa salah satu sumber teror lantaran banyak berita-berita hoaks. Berdasar data Kominfo, lebih 50 berita di media sosial (medsos) adalah hoaks. Berkaca dari hal itula, dia mengimbau agar masyarakat harus teliti berita di medsos.

“Oleh sebab itu, langkah penertiban berita hoaks harus digencarkan. Gerakan melawan berita hoaks agar dimassifkan. Kapolri kita ini sebenarnya cerdas, beliau sudah tahu untuk meredam aksi teror, stop berita hoaks di masyarakat,” terangnya.

Sebab, jelasnya Amri, dengan berita hoaks masyarakat awam mudah terporovokasi. Mereka kemudian mengamini apa yang diinginkan oleh penyebar hoaka untuk memecah belah umat dan masyarakat serta ancam NKRI.

Kemudian, terhadap imbauan Kapolri  kepada ulama dan tokoh masyarakat lainnya, yang omongannya dapat mempengaruhi opini publik, agar dapat menyampaikan informasi yang akurat perlu didukung, serta menyampaikamn berita secara akurat.

“Kalau datanya tidak akurat dan tidak kredibel, sedangkan figurnya dipercaya, diikuti, didengar oleh publik, ini bahaya nanti terjadi miss, bisa menyebabkan apa namanya itu kegaduhan,” tegasnya.

Amri menambahkan, betapa banyaknya berita-berita yang tidak dipertanggung jawabkan atau hoaks tersebar massif di grup-grup WhatsApp (WA) dan lainnya. Sebab pasca itu, di Mako Brimob ada penyerangan terhadap anggota polisi hingga tewas. Lalu polisi menangkap 2 wanita yang akan menyerang polisi. (tul)