BNNP Sumsel Tembak Mati Dua Bandar Sabu

BNNP Sumsel saat menggelar ungkapan 17 kg sabu asal Medan, yang akan dipasarkan di Palembang, di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/08). (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, menggagalkan peredaran 17 kilogram (kg) narkoba jenis sabu di wilayah hukum kerjanya. Lima tersangka berhasil ditangkap BNN, dua di antaranya yang diduga bandar sabu, tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan.

“Kedua tersangka yang ditembak mati ini merupakan bandar sabu, karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap,” kata Kepala BNN Sumsel, Brigjen John Thurman Panjaitan saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/8).

Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka yang masih hidup yakni HI (21), warga Kelurahan Tanah Abang Utara, PALI, Sumsel, SU (38), warga Desa Besilam, Padang Tualang, Langkat, Medan, Sumut, dan MI (47), warga Desa Rambau Jaya, Kampas Indra Hilir, Pekanbaru.

Sedangkan, tersangka yang ditembak mati yakni ER (38), warga Dusun Bukit Tua, Padang Tualang, Langkat, Medan dan GI (23), warga Tanah Abang Utara, PALI, Sumsel.

Brigjen John Thurman Panjaitan menjelaskan, penangkapan para tersangka ini berawal saat petugas menerima laporan bahwa ada sabu dari Medan, yang akan diedarkan di Palembang.

Dari laporan itu, pihaknya kemudian langsung melakukan penyelidikan dan mendapati para pelaku yang akan bertransaksi di Hotel Sriwijaya Primer, Jalan Puncak Sekuning, Ilir Barat I, Palembang pada Kamis (09/08) malam.

“Dalam penggerebekan itu, petugas kita berhasil menemukan barang bukti 17 kilogram narkoba jenis sabu. Mereka ini membawa sabu itu menggunakan mobil, yang disimpan di bawah jok,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers, Jumat (10/08).

Dikatakan, kelima tersangka ini merupakan jaringan internasional, yang diduga dikendalikan oknum salah satu warga binaan di Lapas.

“Napi tersebut menyuruh adiknya, salah satu tersangka GI (tewas) untuk mengambil barang pesanan tersebut. Dan rencananya, sabu ini akan diedarkan di beberapa daerah di Sumsel,” tuturnya.

Atas ungkapan tersebut sambungnya, pihaknya (BNNP Sumsel) akan melakukan pengembangan kasus ini dan berkoordinasi dengan BNNP Medan. (bas)