Diduga Penyebab Banjir, Wali Kota Bongkar Tembok Perusahaan

113
Wali Kota Palembang H Harnojoyo menyaksikan alat berat merobohkan tembok milik PT Sultan Syalwa Bersaudara yang diduga menjadi penyebab banjir di lingkungan 4 RT di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Sabtu (10/2/2018). (humas pemkot palembang)

PALEMBANG, fornews.co – Wali Kota Palembang H Harnojoyo memimpin langsung eksekusi pembongkaran tembok milik PT Sultan Syalwa Bersaudara di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Sabtu (10/2/2018) pagi. Tembok sepanjang 60 meter itu diduga sebagai penyebab banjir yang selama ini dirasakan warga RT 16, 20, 21, dan 34 Kelurahan Bukit Lama.

Wali Kota Palembang H Harnojoyo mengatakan, langkah yang diambilnya ini bagian dari solusi yang diberikan kepada warga atas keluhan mereka. “Atas keluhan mereka dan kerja dinas PU PR yang mensurvei tempat ini, memang tidak ada jalan lain selain dibongkar. Kami sudah melakukan mediasi dengan PT Sultan Syalwa Bersaudara, dan mereka mau mengikhlaskan bangunan ini dibongkar demi kepentingan orang banyak. Pihak perusahaan juga turut hadir disini,” ujar Harnojoyo.

Project Director PT Sultan Syalwa Bersaudara, Gumi menyatakan, pihaknya bisa menerima adanya pembongkaran tembok perusahaan mereka yang dinilai menghalangi aliran air sehingga menyebabkan banjir di pemukiman warga sekitar.

“Ya, kami sudah ikhlaskan, sudah kami wakafkan tanah tersebut untuk kepentingan warga banyak. Kami minta maaf jika selama ini keberadaan bangunan ini menjadi masalah. Tadi juga sudah diskusi bersama pak Wali Kota, kami ikhlas dan masalah selesai,” tegas Gumi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU PR Kota Palembang Bastari yang turut mendampingi Wali Kota menjelaskan, selain pembongkaran tembok, di tempat ini juga akan segera dibangun drainase untuk melancarkan aliran air. “Sudah dianggarkan APBD sebesar Rp500 juta. Setelah pembongkaran selesai akan segera kita kerjakan untuk pembangunan drainase tersebut,” terang Bastari.

Setelah tembok dirobohkan menggunakan alat berat, warga tak mampu menyembunyikan perasaan bahagianya. Sebab tembok yang selama ini menghalangi aliran air telah dirobohkan.

“Inilah penderitaan kami selama ini, setiap hari warga kami mendesak untuk diselesaikan, kami menderita karena hujan sedikit pasti banjir karena air tidak bisa mengalir. Alhamdulillah hari ini Pak Wali Kota datang sebagai pahlawan bagi kami, masalah selesai,” ujar Ketua RT 16 Wanto, yang diamini warganya.

Hal senada disampaikan warga RT 21, Hj Herlina Edwar. Menurutnya persoalan ini sebenarnya sudah lama berlangsung. Akan tetapi keberatan warga tidak pernah digubris perusahaan. “Dulu sempat disidak oleh ibu Wakil Wali Kota (Fitriati Agustinda) dan sudah mengalir sebentar airnya dibuat drainase, namun kembali tertutup, akibatnya lingkungan kami banjir lagi. Sangat menderita kami pak, setiap hari kena banjir tidak surut-surut karena aliran air tertutup oleh bangunan ini. Sekarang kami lega, bisa tidur nyenyak, apalagi sebentar lagi akan dibangun (drainase) oleh Wali Kota, tambah senang kami,” katanya. (ije)