Diklatsarjur ke-20, LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Ajak Perangi Hoaks

Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalis (Diklarsarjur) ke-20 LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, yang diakan di Gedung Pascasarjana UIN Palembang, Sabtu (08/09). (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Maraknya informasi bohong (hoaks) yang menyusupi masyarakat di era digital (media sosial) sekarang ini, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, mengajak masyarakat untuk memeranginya (kabar hoaks).

Atas dasar itu pula, dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalis (Diklarsarjur) ke-20 LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, yang diakan di Gedung Pascasarjana UIN Sabtu (08/09), menanamkan pemahaman terhadap anggota barunya tidak mudah termakan kabar hoaks.

“Mereka juga diharapkan dapat menjadi ahli literasi, minimal ini bisa kita terapkan di kampus (UIN) dan tentu masyarakat luas,” ujar Pimpinan Umum LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Nopri Ismi di sela kegiatan.

Menurut Nopri, sebagai sebagai organisasi mahasiswa (Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM) penting bagi para generasi intelektual muda. Ia tidak ingin, kreativitas dan daya kritis khususnya bagi anggota LPM tumpul, serta menjadi generasi muda yang bodoh.

“Hoaks itu menciptakan generasi bodoh dan mudah dipecah belah kerukunan, agama, ras, atau golongan tertentu. Di tahun politik, kabar hoaks memenuhi ruang media sosial. Ini yang harus ditangkal, apalagi sekarang sekarang sulit mencari orang tidak memiliki akun media sosial,” kata Nopri.

Sementara, Ketua Pelaksana Diklatsarjur LPM Ukhuwah Novianti menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin (tahunan) diperuntukkan bagi anggota baru di LPM (UKM) UIN Raden Fatah Palembang yang ke-20. LPM ini sendiri sudah berdiri sejak 1992.

“Yang mengikuti (peserta) Diklatsarjur kali ini, mencapai 70 orang dengan rincian, peserta laki-laki 25 orang dan selebihnya perempuan,” imbuh Novi.

Lanjut mahasiswi jurusan jurnalistik ini, dalam kegiatan tersebut peserta Diklatsarjur dibekali pengetahuan mulai dari dasar mengenal fotografi, menulis dan lainnya yang berkenaan dengan kerja jurnalistik.

“Dikegiatan ini, kami juga menggelar Seminar Nasional dengan mendatangkan photografer yang bekerja di Agence France-Presse (AFP) untuk Indonesia Lastri Wijaya atau yang lebih dikenal Adek Berry. Ia juga akan membagikan pengalaman kerja serta membedah buku tulisannya yang berjudul (Mata Lensa),” tandas Novi. (ibr)