Dzhalilov Hanya Beri Dukungan dari Tribun

82
Manuchekhr Dzhalilov. (media officer sriwijaya fc)

PALEMBANG, fornews.co – Penyerang Sriwijaya FC Manuchekhr Dzhalilov tak bisa berjibaku dengan rekan-rekannya saat menantang Bali United di leg kedua semifinal Piala Presisen 2018, Rabu (14/2/2018). Pemain asal Tajikistan ini hanya bisa menyaksikan laga dari tribun penonton karena terkena akumulasi kartu kuning.

Kartu kuning di menit 67 pada leg pertama semifinal Piala Presiden, Minggu (11/2/2018), diberikan wasit Oki Dwi Putra karena Dzhalilov yang terjatuh di kotak penalti Bali United dinilai diving. Kartu itu membuatnya mengoleksi dua kartu kuning di mana pada laga terakhir Grup A kontra PSMS Medan, pemain bernomor punggung 63 itu juga diganjar kartu kuning.

“Benar Dzhalilov terkena akumulasi kartu kuning. Tapi saya masih punya beberapa pemain yang bisa isi depan,” kata Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, Senin (12/2/2018) malam.

Seiring tuntasnya status WNI Alberto Goncalves, RD jadi leluasa memainkan Beto dan Dzhalilov berbarengan. Tidak seperti sebelumnya di mana kedua penyerang mumpuni ini bermain bergantian. Dengan absennya Dzhalilov, tentunya RD harus kembali meracik strategi dengan komposisi yang ada. Namun RD tak perlu pusing karena pemain berposisi winger yang tersedia tak kalah hebat. RD bisa menurunkan Esteban Vizcarra, Nur Iskandar, atau Yogi Rahardian.

“Kita percayakan pada pelatih. Pak Rahmad yang lebih paham soal strategi dan komposisi tim. Kita bantu dengan doa dan dukungan supaya SFC dapat hasil positif di kandang Bali United,” ujar Wakil Manajer SFC Achmad Haris.

Mengenai Dzhalilov yang tetap dibawa meski tak bisa diturunkan, Haris mengatakan, sebagai pemain yang baru pertama kali bermain di Indonesia dan baru beberapa bulan tinggal disini, maka perlu baginya beradaptasi dengan lingkungan Indonesia secara umum. Selain itu, Dzhalilov juga perlu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan tim untuk semakin meningkatkan chemistry antarpemain. “Di Bali juga Dzhalilov bisa tetap ikut latihan tim untuk menjaga kebugarannya,” tutur Haris. (ije)