Jangan Diabaikan, Ini Ketentuan Membawa Power Bank di Pesawat Udara

Ilustrasi (net)

JAKARTA, fornews.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: SE. 015/Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) dan Baterai Lithium Cadangan pada Pesawat Udara.

Melalui SE yang ditandatangi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Dr Ir Agus Santoso MSc pada 9 Maret 2018 lalu yang dilansir setkab.go.id, Selasa (13/03/2018), bertujuan mengantisipasi potensi risiko meledak/kebakaran pada Powerbank atau Baterai Lithium Cadangan.

Adapun ketentuan yang diatur dalam SE tersebut memerintahkan kepada Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing untuk: 1) menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in)  terkait kepemilikan pengisi baterai portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan.

2) memastikan bahwa pengisi baterai portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain;

b. Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan harus ditempatkan pada bagasi cabin, dan dilarang pada bagasi tercatat; c. Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan yang mempunyai daya jam (Watt-Hour) tidak lebih dari 100 Wh dapat dibawa oleh penumpang;

d. Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan yang mempunyai daya jam (Watt-Hour) lebih dari 100 Wh tetapi tidak lebih dari 16 Wh harus mendapatkan persetujuan dari Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara Asing dan diperbolehkan untuk dibawa penumpang maksimal 2 (dua) unit per penumpang;

e. Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) atau Baterai Lithium Cadangan yang mempunyai daya jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya jam (Watt Hour) tidak dapat diidentifikasi dilarang dibawa ke pesawat udara.

Kemudian, 3) bertanggung jawab untuk menyimpan Powerbank yang diserahkan oleh pemilik pada check in counterkarena tidak memenuhi ketentuan; dan 4) melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya dengan menggunakan Pengisi Baterai Portabel (Powerbank) pada saat penerbangan.

Melalui SE itu juga, Dirjen Perhubungan Udara menginstruksikan kepada Kantor Otoritas Bandar Udara untuk melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan Surat Edaran ini.

“Demikian, untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” demikian akhir SE tersebut. (ibr)