Kemenag Siap Tuntaskan Kisruh Calon Jamaah Umrah vs Abu Tours

536
Kakanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi saat memberikan keterangan pers, di halaman kantor travel Abu Tour di Pakjo, Palembang, Jumat (09/02/2018). (foto: Humas Kankemenag Sumsel)

PALEMBANG, fornews.co – Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan akan menangani kisruh yang terjadi antara calon jamaah umrah dengan pihak Abu Tours selaku agen perjalanan ibadah umrah dan haji.

Menurutnya, kasus tertundanya keberangkatan calon jamaah umrah ini sudah menjadi isu nasional. “Kita, baik dari tingkat pusat maupun daerah akan berupaya menangani permasalahan ini,” kata Alfajri dibincangi wartawan saat mendatangi Kantor Abu Tours di kawasan Pakjo, Palembang, Jumat (09/02/2018).

Dikatakannya, pada Selasa (06/02/2018), pihaknya sudah memanggil pihak Abu Tours pusat untuk memberikan klarifikasi dan sudah menggelar konferensi pers terkait tertundanya keberangkatan calon jamaah yang terjadwal Januari lalu.

Pihak Abu Tours pusat sendiri, melalui perwakilannya Andi Akbar Asban yang diutus langsung dari Makassar berjanji akan merilis jadwal ulang keberangkatan jamaah yang tertunda pada 8 Februari 2018.

“Janjinya, mereka akan merilis jadwal keberangkatan ulang pada Kamis (08/02/2018) kemarin. Jadwal yang dirilis ulang tersebut merupakan jadwal keberangkatan jamaah yang tertunda pada bulan Januari lalu. Jamaah yang akan diberangkatkan pada bulan Februari ini sebanyak 1.660 jamaah dari rencana 7.562 jamaah hingga Ramadan mendatang. Namun kenyataannya sampai sekarang belum ada berita yang kita dapatkan dari pihak Abu Tours,” beber Alfajri.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kemenag Sumsel sudah berupaya  menghubugi pengurus Abu Tours yang ada di Sumsel namun tidak bisa dikonfirmasi. Bahkan saat jajaran Kemenag mendatangi kantor Abu Tours di Pakjo, sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi,  justru kantor berpintu merah itu tampak disegel garis polisi (police line).

“Karena janji Abu Tours ini belum ditepati. Maka kita jajaran Kemenag se-Sumsel akan buat posko pengaduan di 17 Kabupaten/Kota di masing-masing Kantor Kemenag,” jelasnya.

Selain disarankan mengadu ke posko-posko yang tengah disiapkan, Alfajri mengimbau kepada para calon jamaah umrah untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap apa pun yang berkenaan dengan Abu Tours.

“Kita minta calon jamaah harus sabar, Kemenag dan pihak kepolisian siap mendampingi.Bagi jamaah yang merasa rugi terhadap kejadian ini, silakan lapor ke pihak kepolisian. Apalagi kerugian akibat kejadian ini tidak sedikit, yakni Rp165 miliar,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Alfajri menegaskan akan mengusulkan pencabutan izin operasional Abu Tours ke Kemenag pusat. Bersama pemerintah daerah, pihaknya terus berupaya melindungi masyarakat agar tidak merasa dirugikan oleh biro perjalanan yang semacam ini.

“Kita dan pemerintah daerah sudah berupaya bagaimana caranya melindungi masyarakat Sumsel terhadap praktik-praktik umrah yang tidak benar dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub). Maka, disarankan bagi masyarakat yang hendak umrah dan haji silakan bertanya di Kantor Kemenag di tiap kabupaten/kota,” imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, Andi Akbar Asban selaku perwakilan Abu Tours saat dihubungi fornews.co tidak dapat dikonfirmasi.

Namun seperti diberitakan sebelumnya, terkait keberangkatan jamaah yang dijadwal ulang, Andi Akbar membenarkan bahwa pihaknya akan mengeluarkan memo pada 8 Februari. Selain mengeluarkan jadwal keberangkatan, pada 8 Februari 2018, juga akan diumumkan hal-hal lain, termasuk kemungkinan penambahan harga.

“Kita belum bisa pastikan berapa yang berangkat, juga berapa jumlah tambahan biaya bagi jamaah. Termasuk bila nantinya ada jamaah yang meminta untuk refund atau dikembalikan uangnya. Pengalaman kita memang selama ini belum pernah terjadi hal seperti ini,” kata Andi Akbar, Selasa (06/02/2018) saat memberikan klarifikasi di Kemenag Sumsel.

Sementara itu, hingga pukul 15.37 WIB, baru dua calon jamaah yang mengadu ke pihak Kemenag. “Baru dua yang mengadu. Mereka mendaftar tahun kemarin dengan dijanjikan berangkat Januari 2018.  Uang yang disetor Rp13 juta,” kata Kasubbag Inmas Kemenag Sumsel, Saefudin. (bas)