Luapkan Kekesalan Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang di Jalan

Tampak pohon pisang yang ditanam warga Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, OKU, yang kecewa dengan jalan provinsi tidak kunjung dibenahi. (foto: bagus mihargo/fornews.co)

BATURAJA, fornews.co – Warga Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU), meluapkan kekesalan kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki akses jalan rusak parah dengan menanami pohon pisang.

Pantauan di lapangan, jalan (provinsi) yang menghubungkan Kabupaten OKU-OI (Ogan Ilir), berlumpur. Informasi warga, kawasan tersebut (jalan rusak) juga menjadi kawasan langganan kecelakaan pengendara sepeda motor.

Umrah, warga Peninjauan, saat ditemui Minggu (11/02/2018) mengaku, pohon pisang dan pohon kelapa muncul sejak Jumat (9/2). Namun, tidak diketahui siapa yang menanam. Pohon tersebut di tanam di badan jalan.

“Memang pohon yang ditanam di badan jalan menghalangi dan mengakibatkan kemacetan, namun yang menanam pohon pisang ini pasti kecewa, apalagi saya juga sama kecewa karena jalan ini tidak kunjung diperbaiki,” ujarnya.

Dikatakan Umrah kondisi jalan rusak di lokasi ini berbahaya bagi keselamatan penggendara. Tidak jarang ada satu dan dua orang terjatuh gara-gara melintas di jalan berlubang. “Kita berharap jalan ini segera diperbaiki,” harapnya.

Sementara itu, Jonter, salah satu sopir pasar kalangan menerangkan, akibat jalan rusak tersebut mobil angkot miliknya sering mengalami kerusakan dan mendapat servis tambahan. “Apalagi jika mobil terperosok ban selip, bemper belakang dan knalpot penyok akibat benturan ke lubang jalan,” katanya.

Kedalaman lubang di jalan tersebut bervariatif dari 5-15 sentimeter. Dirinya juga berharap kepada pemerintah untuk segera memuluskan jalan tersebut. “Sopir kalangan banyak yang mengeluh karena uang yang didapat tidak seberapa, namun harus mengeluarkan uang ekstra untuk perbaikan,” ucap Jonter.

Terpisah, Kepala Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, Herwan Nizar membenarkan, di jalan raya Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, ditanaman batang pisang dan batang kelapa, sejak Jumat (9/2). “Penanaman ini sebagai aksi protes warga karena kesal jalan makin berlubang,” timpal Herwan.

Diungkapkan Herwan, dirinya pernah swadaya menambal jalan tersebut dengan bantuan dari beberapa perusahaan di Kecamatan Peninjauan. Namun, ketika hujan batu yang ditimbun tambah terbenam sehingga lubang makin dalam. “Sekarang kondisi jalan seperti kubangan kerbau,” tukasnya. (gus)