Mengganggu Jalannya Debat Publik Siap-siap Dikeluarkan

Ketua KPU Sumsel Aspahani didampingi komisioner KPU Sumsel memberikan keterangan pers mengenai kegiatan Debat Publik Pilgub Sumsel 2018, di ruang Sekretaris KPU Sumsel, Selasa (13/3) sore. (fornews.co/iwan setiawan)

PALEMBANG, fornews.co – KPU Sumsel tak ingin pelaksanaan Debat Publik Pertama Pilgub Sumsel 2018 di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3), berlangsung ricuh. Antisipasi dilakukan termasuk menyortir pendukung dan tamu undangan yang masuk ke ruang debat publik dilaksanakan.

Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi menerangkan, pelaksanaan debat publik ini merupakan yang pertama dari dua debat publik yang direncanakan. Jika yang pertama digelar besok malam, maka debat publik kedua dijadwalkan berlangsung 22 Juni 2018.

“Kita sudah menyusun keputusan mekanisme debat yang juga telah disampaikan kepada tim kampanye masing-masing pasangan calon. Dari hasil rakor dengan tim kampanye seluruh paslon, disepakati pengaturan waktu, susunan acara, mekanisme debat yang dipimpin moderator diserahkan kepada KPU Sumsel,” ujar Naafi.

Menurut Naafi, KPU Sumsel membatasi jumlah tim kampanye dan pendukung masing-masing paslon yang masuk mendampingi ke ruangan debat maksimal 50 pendukung. Sebagai antisipasi, KPU juga menunggu nama-nama tim kampanye dan pendukung yang akan mendampingi paslon ke dalam ruangan debat.

“Kami berkoordinasi dengan aparat keamanan dari Polda Sumsel untuk memeriksa pendukung maupun tamu yang hadir dan akan masuk ke ruangan debat. Jika ada tatib yang dilanggar paslon, tim kampanye, atau tamu undangan, maka akan diberikan sanksi oleh KPU Sumsel. Paslon atau tim kampanye yang melanggar tatib debat, mereka akan dikeluarkan dari ruang acara debat. Kami pastikan aparat keamanan akan tegas dan responsif jika ada yang mengganggu tahapan pelaksanaan debat ini akan dikeluarkan dari ruangan,” tegas Naafi.

Sementara itu Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, pada acara debat ini merupakan hak paslon untuk datang atau tidak. Akan tetapi akan sangat disayangkan apabila kesempatan debat publik ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Kami akan mengkonfirmasi kehadiran para paslon. Sebab kami posisinya mengingatkan saja, karena memang tidak ada kewajiban atau sanksi bagi paslon yang tidak datang di debat. Hanya saja tentu akan mempengaruhi penilaian masyarakat pemilih terhadap paslon tersebut,” ujar Aspahani.

Menurut Aspahani, debat publik akan dibuka tepat pukul 19.00 WIB. Sedangkan prosesi debat publik akan diselenggarakan pukul 19.30 – 21.00 WIB. Akan ada 6 segmen dalam rangkaian debat publik yaitu segmen 1-3 paparan visi misi paslon masing-masing selama 210 detik, segmen 4-5 paslon akan saling bertanya yang dipandu moderator di mana pertanyaan dan jawaban serta tanggapan diberi waktu masing-masing 60 detik. Terakhir yaitu segmen 6 akan diisi closing statement dari masing-masing paslon.

“Sampai hari ini panelis sedang menyusun pertanyaan seputar reformasi birokrasi, pengentasan permasalahan politik, hukum, ekonomi, dan infrastruktur. Selain itu akan ada juga pertanyaan terkait kondisi objektif masyarakat Sumsel, seperti strategi paslon dalam meningkatkan PAD dan permasalahan aktual lainnya dari berbagai kelompok masyarakat terkait pembangunan di Sumsel. Pertanyaan disusun dan diserahkan kepada moderator oleh panelis yang terdiri dari orang-orang yang secara akademisi betul betul memiliki kapabilitas,” tutur Aspahani.

“Saya yakin dengan persiapan debat publik pertama ini. Kalaupun belum terlalu baik, akan kita perbaiki di debat kedua 22 Juni mendatang,” imbuh Aspahani. (ije)