Ombudsman Temukan Beras Medium Berkualitas Jelek di Palembang

32
Pegawai Ombudsman RI Perwakilan Sumsel saat melakukan pengawasan kualitas beras di sejumlah pasar tradisional di Palembang, Jumat (12/1). (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Ombudsman RI Perwakilan Sumsel masih menemukan beras medium berkualitas jelek yang dijual di sejumlah pasar di Palembang. Di antaranya Pasar Cinde, Pasar Lemabang, Pasar 16 Ilir dan Pasar KM 5.

“Hasil pengawasan di beberapa pasar tradisional memang harga beras medium di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp8.500, tapi kualitas berasnya jelek atau kurang baik, dan bulirnya kebanyakan patah, sehingga jarang diminati,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumsel, Astra Gunawan, Jumat (12/1).

Menurutnya, dengan buruknya kualitas beras ini sepertinya Bulog hanya menjalankan tugas memenuhi pasokan beras di pasaran dan menekan harga tanpa memperhatikan kualitas beras.

“Kami juga berharap Bulog lebih memperhatikan kualitas beras, karena jika kualitas beras jelek akan sepi peminat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan harga penjualan beras curah mencapai harga Rp9.800 sampai harga Rp11.000. “Ke depan diharapkan pemerintah dan Bulog harus memastikan juga harga di tingkat pengecer,” tuturnya.

Gunawan menambahkan, potensi kenaikan harga beras dapat terjadi saat ini di Sumsel. Hal ini disebabkan gagal panen di beberapa daerah penghasil beras seperti Belitang, OKU Timur, dan lain sebagainya, karena serangan hama di lahan sawah petani.

“Pemerintah harus segera turun, jangan sampai muncul persepsi bahwa ini bagian dari skenario untuk menghalalkan impor beras untuk menjaga kestabilan harga,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Bakhtiar AS mengungkapkan, beras Operasi Pasar (OP) Bulog disalurkan melalui mitra dan sebelum dijual diwajibkan untuk melakukan perbaikan kualitas menjadi baik dan standar beras medium. Menurut dia, semua mitranya sudah melakukan pengolahan dengan baik. Pun begitu, pihaknya akan mengecek untuk memastikan pengolahannya.

“Jika memang benar (ada beras medium kualitas jelek) mungkin kami akan panggil dan tegur mitra tersebut. Mungkin juga nanti ada sanksi,” katanya. (bas)