Pemilu Serentak 2019, Bawaslu Perketat Pengawasan pada Dua Agenda Politik Ini

Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja, SH, LL.M, memukul gong, tanda dibukanya acara Launching Pengawasan Pileg dan Pilpres di Hotel Horison, Senin (06/08). (ist)

PALEMBANG, fornews.co-Politik SARA dan politik uang (money politic) menjadi dua agenda yang pengawasannya harus diperketat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada pemilihan umum (pemilu) serentak legislatif dan pemilihan presiden (pilpres) pada April 2019 nanti.

“Kami akan lakukan pengawasan dengan ketat untuk agenda politik seperti money politic dan politik sara,” ujar Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi, usai launching Pengawasan Pileg dan Pilpres di Hotel Horison, Senin (06/08).

Junaidi mengatakan, money politic sangat mudah dilakukan para calon anggota legislatif (caleg) untuk meraup suara, padahal sudah diketahui melanggaran aturan. ”Sama halnya dengan politik SARA, yang bisa membuat gaduh dan gejolak di masyarkat. Oleh karena itu, taati aturan yang adan dan berpolitik lah yang santun,” katanya.

Untuk mengambil suara dan simpati masyarakat, terang Junaidi, para caleg harus mengumbar program untuk masyarkat. Dengan program itu, nantinya yang akan menjadi pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan nantinya. ”Jika program yang ditawarkan baik menurut masyarakat, maka yakinlah masyarakat akan memilih, bukan karena uang dan sembako untuk menentukan pilihan. Masyarakat sudah sangat cerdas dalam menentukan pilihan, ” terangnya.     

Bawaslu Sumsel sendiri, sambungnya, sudah sangat siap melakukan pengawasan pada dua agenda besar tersebut. Karena perangkat pengawas dari provinsi hingga keluarahan/desa sudah terbentuk. ”Launching ini bagian dari bentuk kesiapan Bawaslu dalam melakukan pengawasan pada tahapan pilpres dan pileg,” tandasnya. (tul)