Poltekpar Palembang Klaim Prodi Sport Tourism Bakal Jadi Nomor Satu di Asia

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Palembang dan President Asia Pacific Institute for Events Management, Profesor David Hind memberikan keterangan pers usai acara Dissemination Sport Tourism di hotel Wyndham, Senin (14/05). (ist)

PALEMBANG, fornews.co – Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Zulkifli Harahap mengatakan progres pengembangan program studi (Prodi) Sport Tourism sudah 60 persen. Kurikulum baru yang ditargetkan tercapai tahun depan ini diklaim bakal jadi nomor satu di Asia.

Untuk mengembangkan prodi baru ini, kata Zulkifli, harus ada dua langkah yang harus dilakukan yakni software seperti persiapan kurikulum, mahasiswa, dan dosen. Sedangkan hardware yakni dukungan pemerintah seperti pusat olahraga yang disediakan.

“Sejauh ini progresnya sudah 60 persen tinggal 40 persen lagi. Kalau prodi baru ini bisa terwujud seperti di Chester University United Kingdom yang terlebih dahulu. Maka, kita akan jadi yang pertama di Asia dan nomor dua di seluruh dunia,” kata Zulkifli usai acara Dissemination Sport Tourism di hotel Wyndham, Senin (14/05).

Dikatakan Zulkifli, prodi Sport Tourism ini didukung dengan fasilitas dan sarana olahraga yang terpusat di komplek Jakabaring Sport City (JSC).‎

“Kalau berbicara olaharaga tidak ada seperti di JSC yang hanya terpusat di area satu titik saja. Maka dari itu, ini merupakan suatu keuntungan bagi kami,” tuturnya.

Dengan dibukanya prodi Sport Tourism, pihaknya optimistis dapat menarik minat Wisatawan Nusantara (Wisnu) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) berkunjung ke Palembang, khususnya dalam bidang olahraga.

“Pastinya dengan prodi baru ini dapat meningkatkan wisatawan datang ke Sumsel, khususnya ke kota Palembang,” tuturnya.

Bahkan menurutnya, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) telah menyatakan Poltekpar Palembang fokus sebagai kajian Sport Tourism di bidang olahraga. Seperti halnya Poltkepar Bandung dengan wisata kuliner, Lombok wisata halal, Bali wisata budaya, dan Medan sebagai wisata Geopar.

Sementara itu, President Asia Pacific Institute for Events Management, Profesor David Hind, pun optimis kurikulum baru Poltekpar Palembang tersebit bisa tercapai. Namun, dirinya mengingatkan tantangan yang harus dihadapi Poltekpar harus bisa berkoordinasi dengan seluruh stakeholder di semua bidang terkait untuk mewujudkan prodi baru ini.

“Prodi baru ini sangat penting bagi Poltekpar Palembang. Intinya untuk mewujudkan prodi baru ini kata kuncinya harus koordinasi,” ungkapnya. (bas)