Puasa dan Lebaran, SKIPM Palembang Pastikan Produk Ikan Harus Aman Dikonsumsi

Kepala SKIPM Palembang, Sugeng Prayogo saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor SKIPM Palembang, Jumat (13/04). (foto fornews.co/m iqbal)

PALEMBANG, fornews.co – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang, siap memberikan jaminan mutu ikan yang baik dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Khususnya dalam persiapan menyambut puasa Ramadan dan lebaran tahun ini.

Caranya, SKIPM Palembang akan turun ke pasar untuk mengecek apakah ikan-ikan yang diperjualbelikan di pasar-pasar itu sudah memenuhi standar mutu yang disyaratkan, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Dalam pelaksanaannya nanti, kata Sugeng Prayogo, Kepala SKIPM Palembang, pihaknya akan bekerjasama dengan Satgas Pangan (gabungan dengan instansi terkait).

“Metodenya nanti, selain mengecek, kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama ke konsumen, bagaimana cara memilih ikan yang baik. Karena di sisni juga ada kaitannya dengan pelaksanaan Inpres 01 Tahun 2017 mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Di sana juga kami ada kegiatan, SKIPM Goes to Market yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk bisa memberikan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan,” ungkap Sugeng.

Sejauh ini, pada pengecekan yang dilakukan, Kamis (12/4) malam di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, SKIPM Palembang tidak menemukan ikan-ikan yang mutunya di bawah mutu standar.

“Semalam kami sudah turun ke Pasar Induk Jakabaring, (produk perikanan) yang  kami cek dalam kondisi layak untuk dikonsumi. Kalau ada temuan, nanti kami akan lakukan pembinaan terlebih dahulu kepada pelaku usaha ataupun pedagang, dan temuan itu akan kita bawa ke laboratoirum untuk diuji,” paparnya.

Selain itu, menjelang Asian Games, Agustus mendatang, SKIPM Palembang juga bakal mengantisipasi penyebaran penyakit atau hama ikan yang berkemungkinan di antara para peserta ada yang membawa produk perikanan dari luar.

“Karena ikan yang dibawa dari luar itu berkemungkinan besar akan membawa wabah penyakit. Tentunya kami akan sosialisasikan ini dengan panitia Asian Games, bagaimana kalau ada peserta yang membawa produk perikanan bisa dilaporkan dulu ke kami, biar kami data dan screening dulu, kami uji laboratorium untuk mencegah penyebaran hama,” ujarnya.

“Sea Games 2011 juga dulu kami dilibatkan panitia di bandara, jadi nantinya jangan sampai terbawa bibit penyakit (dari luar), namun jangan juga kami menghambat,”imbuhnya.

Soal ikan, Sugeng menjelaskan, di dalam undang-undang kategori ikan, semua biota perairan yang seluruh atau sebagian daur hidupnya berada di dalam air, merupakan bagian perikanan.

“Jadi bukan hanya ikan yang bersirip seperti yang kita tahu sekarang, tetapi juga kepiting, cumi, udang, dan termasuk rumput laut itu adalah bagian dari ikan kalau dalam undang-undang itu,” tandasnya. (bas)