Rupiah Melemah, Harga Karet Turun 1.31 USD, Alex : Hanya Menguntungkan Eksportir

(istimewa)

PALEMBANG, fornews.co – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir turut berpengaruh terhadap harga jual bahan baku. Salah satunya harga jual karet yang merosot 1.31 USD (US Dolar) per kilogram, pada Rabu (5/9) kemarin.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Bloomberg pada Rabu kemarin, kurs Rupiah berada di kisaran Rp14.933 per Dollar-nya.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Alex K Eddy mengakui, jika kondisi saat ini tidak seiring dengan harga karet internasional. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir harga karet cenderung turun.

“Pada Minggu lalu harga karet 1.34 USD per kilogram, sedangkan untuk Rabu kemarin 1.31 USD per kilogram. Jadi melemahnya nilai tukar Rupiah ini hanya menguntungkan bagi eksportir,” kata Alex saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/9).

Menurut Alex, ini tugas pemerintah bersama negara-negara penghasil karet lainnya untuk mencari solusi keseimbangan pasar komoditas ini, sehingga dapat meningkatkan harga jual karet di tingkat internasional.

“Kita berharap harga karet ini bisa bergerak naik ke harga Rp1.8 USD hingga Rp2 USD per kilogram. Dengan harga seperti ini maka petani akan mendapatkan harga yang layak,” ungkapnya.(bas)