Sekda Minta Anjungan Sumsel Difungsikan Sebagai Sarana Promosi Produk Unggulan Daerah

Sekda Sumsel, Nasrun Umar menandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Tanah Milik Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, di Ruang Rapat Gedung Sasono Utomo TMII, Selasa (7/8).(foto/humas pemprov sumsel)
PALEMBANG, fornews.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, tanah yang dipinjampakaikan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kepada Provinsi Sumsel, harus dimaksimalkan sebagai sarana promosi potensi produk unggulan Sumsel. Termasuk di antaranya pelestarian budaya dan pendidikan wawasan.
Menurut Nasrun, tanah yang dipinjampakaikan itu seluas 6800 m2, dan digunakan untuk anjungan Provinsi Sumsel di Taman Mini Indonesia (TMII).
“Anjungan ini banyak gunanya, baik untuk pelestarian budaya, pendidikan wawasan serta beragam kegiatan cinta tanah air. Sekaligus sarana promosi dan informasi semua potensi produk unggulan di Sumsel,” kata Sekda Nasrun Umar didampingi Kepala BPKAD, saat menghadiri  Penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai Tanah Milik Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, di Ruang Rapat Gedung Sasono Utomo TMII, Selasa (7/8).
Selain fungsinya tersebut, Nasrun melanjutkan, yang tak kalah penting lagi anjungan ini menjadi simbol dan ciri khas Pemprov Sumsel. Karena itu penggunaan tanah ini harus dimaksimalkan untuk menjawab amanat yang sudah diberikan sesuai dengan keinginan pemerintah pusat dan PT TMII selaku pengelola TMII itu sendiri.
“Dengan ditandatanganinya pinjam pakai, artinya kita harus menjawab tantangan bagaimana agar tujuan pinjam-pakai ini sesuai dengan keinginan pusat,” tegas Ketua Umum Forsesdasi itu.
Penyerahan dokumen perjanjian pinjam pakai barang milik negara berupa tanah untuk 33 anjungan daerah, dilakukan langsung oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama.
Selain Sekda Sumsel, turut hadir 32 Sekda lainnya se Indonesia yang diundang pada penandatangan perjanjian pinjam pakai tanah tersebut. (bas)