Sempat Grogi, Mahasiswa FT Unsri Ini Mampu Bicara Geostatistik Lingkungan di Queen’s University Belfast 

Muhammad Rifky, Mahasiswa Teknik Geologi FT Unsri saat berbicara tentang Geostatistik Lingkungan pada The 12th International Conference on Geostatistics for Environmental Applications atau geoENV 2018 di Queen’s University Belfast – Irlandia Utara, Kamis (05/07). (foto : dokumen pribadi) 

BELFAST, fornews.co – Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (FT Unsri), Muhammad Rifky, mampu berbicara tentang aplikasi geostatistik pada pengukuran karakteristik rekahan pada tubuh batu bara pada formasi batuan Muaraenim, Queen’s University, Belfast, Irlandia Utara, Kamis (05/07).

Memang, saat berbicara dihadapan peserta yang sebagian besar bergelar master dan doktor seperti pada forum ‘The 12th International Conference on Geostatistics for Environmental Applications’ atau geoENV 2018, Rifky mengaku sempat grogi. Karena, ini kali pertama bagi mahasiswa Semester X Unsri itu tampil di forum internasional.

“Saya sempat grogi dan mendapat masukan agar makalahnya dikembangkan. Salah satu peserta dari Badan Geologi Irlandia Utara memberikan saran, agar penelitian saya dikembangkan untuk pendidikan strata dua atau strata tiga,” ujarnya, Jumat (06/07).

Menurut Rifky, ketika berbicara pada konferensi tentang Geostatistical Analysis on cleat aperture-size and spacing distribution: a study on Muaraenim Coal Formation, South Sumatera Basin, yaitu mengenai aplikasi geostatistik pada pengukuran karakteristik rekahan pada tubuh batu bara pada di formasi batuan Muara Enim, dia mendapatkan moderator ahli statistik dari Canada.

“Pada konferensi iti juga menghadirkan tiga keynote speaker, yaitu Peter Diggle guru besar statistik pada Fakultas Kesehatan dan Kedokteran Universitas Lancaster, Inggris, Oy Leuangthong, Kepala Geostatistik SRK dari Toronto, Kanada dan Grégoire Mariéthoz dari Universitas Lausanne, Swiss,” ujarnya.

Muhammad Rifky, Mahasiswa Teknik Geologi FT Unsri bersama Ketua Panitia dan Pakar Geologi dari Queen’s University, Belfast, Jennifer Mc Kinley membentangkan poster The 12th International Conference on Geostatistics for Environmental Applications atau geoENV 2018, di Queen’s University Belfast – Irlandia Utara, Kamis (05/07). (foto : dokumen pribadi)

Putra pertama dari pasangan Maspriel Aries dan Aina Rumiyati Aziz itu mengungkapkan, keberadaannya hingga mampu berbicara pada konferensi internasional geoENV 2018 di Queen’s University Belfast tersebut, setelah terpilih saat dia mengirim abstrak penelitian pada April 2018. Kemudian oleh panitia dinyatakan lolos pada pertengahan Mei lalu dan diminta mengirim makalah yang lebih lengkap.

“Untuk berangkat ke Inggris saya berusaha mencari beberapa sponsor. Alhamdulillah, saya mendapat dukungan dari Unsri, Pemprov Sumatera Selatan, Pemkot Lubuklinggau, PT Medco E&P Indonesia, dan PTBA Tbk,” ungkapnya.

Rifky mengaku, banyak menyerap pengetahuan baru pada konferensi internasional ke-12 yang diselenggarakan pada beberapa universitas di Eropa tersebut. “Geostatistik ini banyak dimanfaat untuk berbagai riset, bukan hanya berkaitan dengan geologi dan tambang saja. Juga digunakan untuk mengetahui pola kesehatan dan penyakit atau epidemiologi,” jelasnya.

Sebelum konferensi berlangsung pada 4 – 6 Juli 2018, peserta yang datang dari berbagai negara, mulai dari mahasiswa, akademis dan pengajar dengan jenjang pendidikan strata dua dan strata tiga tersebut, terlebih dulu mengikuti workshop tentang geostatistik selama dua pada 2 -3 Juli.

International Conference on Geostatistics for Environmental Applications atau geoENV merupakan forum internasional bagi para peneliti dari berbagai bidang atau disiplin ilmu untuk berkumpul dan berbagi pengalaman terkait pengaplikasian ilmu geostatistik dalam beraneka macam problematika lingkungan.

Konferensi ini diadakan setiap dua tahun sekali sejak 1996 dengan lokasi tersebar di penjuru Eropa, Lisbon (1996), Valencia (1998), Avignon (2000), Barcelona (2002), Neuchatel (2004), Rhodes (2006), Southampton (2008), Gent (2010), Valencia (2012), Paris (2014), dan Lisbon (2016).

Pada 2018 berlangsung di Belfas, Irlandia Utara di Queen’s University Belfast salah satu universitas tertua di Inggris Raya yang mulai dibuka 1894. Queen’s sendiri merupakan universitas anggota Russel Group, sebagai universitas riset terkemuka di dunia.(tul)