Target Swasembada Tercapai, Kabupaten Muba Bidik Kedaulatan Pangan

Plt Bupati Muba Beni Hernedi menyerahkan secara simbolis Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) kepada 230 penyuluh se-Kabupaten Muba di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muba, Selasa (13/3). (humas pemkab muba)

SEKAYU, fornews.co – Pemkab Muba tidak hanya mengoptimalkan sektor minyak dan gas (migas) untuk menggali pendapatan asli daerah (PAD). Sektor lainnya pun mendapat perhatian yang sama besarnya.

Seperti yang dilakukan Plt Bupati Muba Beni Hernedi yang menyerahkan Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) kepada 230 penyuluh se-Kabupaten Muba di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Muba, Selasa (13/3). Masing-masing penyuluh mendapat bantuan Rp500 ribu.

Menurut Beni, selama ini Muba dinilai hanya mengelola sektor Migas yang menjanjikan PAD besar. Padahal ada banyak potensi strategis di Muba yang belum digarap maksimal salah satunya sektor budi daya pertanian dan perkebunan yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas.

“Yang kami harapkan penyuluh-penyuluh inilah mendampingi masyarakat Muba bekerja. Beban tugas saudara tidaklah ringan dan saya berjanji akan berikan perhatian khusus sektor pertanian dan perkebunan,” kata Beni.

Setelah budi daya pertanian dan perkebunan berjalan, lanjut Beni, Muba akan melakukan hilirisasi agar hasil komoditas rakyat Muba diproduksi di dalam Muba sendiri. “Memang betul rakyat kita menanam padi menjadi beras lalu dikirim ke berbagai daerah. Teori swasembada betul dilaksanakan, tetapi kedaulatan pangan bagi Muba menurut saya belum. Oleh karena itulah kita harus mendorong tujuan nasional kedaulatan pangan di Muba,” tutur Beni.

Dalam laporan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Muba A Thamrin menyebutkan tahun 2017 telah berhasil melewati target yang ditetapkan Pusat dan Provinsi menanam padi dengan produksi 368.516 ton (surplus 130.000 ton).

“Tahun 2018 ini di Kecamatan Lalan seluas 27.020 hektare (padi, jagung, kedelai) kami targetkan ditanam 3 kali semua dan kami juga laporkan pak bupati bahwa tahun ini kita mendapatkan program cetak sawah seluas 300 hektare dari pusat,” katanya.

Thamrin menambahkan, tugas para penyuluh di lapangan sangatlah berat dalam upaya mewujudkan swasembada pangan. Setiap harinya, penyuluh harus membuat laporan jumlah tanam, jumlah panen di wilayah kerjanya masing-masing. “Tahun ini BOP yang kami anggarkan sebagai motivasi semangat kepada ujung tombak pertanian (penyuluh) dalam melaksanakan tugas di lapangan dengan segala keterbatasannya,” tukasnya. (ije)