Terkait Teror Bom, Presiden Jokowi Didesak Evaluasi Kinerja Sejumlah Lembaga Hukum

Ketua Umum Pimpinan Wilayah HIMA PERSIS Sumsel saat orasi di aksi Bela Palestina di Palembang. (ist)

PALEMBANG, fornews.co –  Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Sumatra Selatan turut mengutuk aksi teror bom yang terjadi di Indonesia. Mereka mendesak Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja sejumlah lembaga hukum terkait.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah HIMA PERSIS Sumsel, Rahmat Farizal mengatakan, teror bom yang terjadi di beberapa titik kini menyisakan kepedihan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan aman yang telah tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila, khususnya kebebasan beribadah bagi setiap warga negara kini tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

HIMA PERSIS memandang, pengeboman tiga gereja di Surabaya, perumahan di Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya adalah bukti, bahwa ada upaya untuk memecah belah bangsa dan mendiskriditkan umat muslim. Padahal perbuatan tersebut merupakan perbuatan terlarang dan sangat dibenci dalam ajaran Islam.

Melihat fonomena yang terjadi, HIMA PERSIS Sumatra Selatan dengan ini menyatakan sikap, bahwa tragedi pengeboman yang terjadi merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan, perbuatan keji dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama mana pun di Indonesia.

Kemudian, mendesak pemerintah pusat dan aparatur kepolisan untuk mengusut tuntas kasus pengeboman, dengan memberikan hukuman yang seberat-beratnya pada para pelaku yang terbukti bersalah.

Selanjutnya, mereka mendesak Presiden Jokowi untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja sejumlah lembaga dalam hal ini Kemenpolhukam, BIN, TNI, POLRI, BNPT dan institusi lainnya terkait tindak penangangan terorsime

Terakhir,  HIMA PERSIS mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk dapat menjaga keutuhan NKRI guna mencegah aksi terorisme lainnya.

“Aksi teror terhadap tempat ibadah dan orang yang beribadah adalah kebiadaban dan kejahatan luar biasa, serta tidak berprikemanusiaan” ungkap Rahmat Farizal mengutip pernyataan Nizar Ahmad Saputra, selaku Ketua Umum PP HIMA PERSIS. (bas)