TNI AL Gagalkan 1 Ton Sabu, Moeldoko Ingatkan Kembali Pesan Presiden Jokowi untuk Bandar Narkoba

Sabu seberat 1 ton yang diamankan Pangkalan Angkatan Laut Batam, di bawah komando Kolonel (Laut) Iwan Setiawan, dari kapal Sunrise Glory berbendera Singapura, yang dinakhodai Chen Chung Nan, di perairan Selat Philip, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (07/02/2018). (foto: Dinas Penerangan TNI AL)

JAKARTA, fornews.co – Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko apresiasi keberhasilan TNI-AL menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 ton dari kapal Sunrise Glory berbendera Singapura, yang dinakhodai Chen Chung Nan, di perairan Selat Philip, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (07/02/2018).

Moeldoko bahkan mengingatkan kembali pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Peringatan Hari Anti Narkoba 26 Juli 2017 lalu, dimana Kepala Negara memerintahkan untuk tembak ditempat terhadap bandar narkoba. “Jika perlu, ditembak di tempat saja,” tegas Jokowi.

“Tak hanya sekali Presiden Jokowi menyatakan kegeramannya atas ulah bandar-bandar narkoba yang mencoba menghancurkan generasi muda Indonesia, sehingga ia menyatakan bahwa peredaran narkoba di tanah air berada dalam posisi darurat,” ujar Moeldoko dalam rilisnya, Sabtu (10/02/2018).

Mantan Panglima TNI ini mengaku sangat bangga terhadap TNI-AL, khususnya para prajurit di Pangkalan Angkatan Laut Batam, di bawah komando Kolonel (Laut) Iwan Setiawan.

“Kapal Patroli KRI-Siguro-864 langsung bertindak sigap dan waspada ketika terdeteksi adanya kapal berbendera asing sedang melakukan aktivitas melanggar hukum di perairan perbatasan Singapura dan Indonesia di kawasan Batam,” tegas Moeldoko.

Ketika didekati oleh KRI-Siguro-864 dan kemudian diperiksa, KM Sunrise Glory terbukti tidak memiliki dokumen resmi yang dibutuhkan dalam pelayaran internasional. Berdasarkan pemeriksaan petugas TNI-AL, kapal tersebut rencananya akan berlayar menuju Malaysia, dan kemudian bertujuan akhir Taiwan.

Setelah ditelusuri, kapal tersebut menggunakan identitas yang berbeda-beda saat melayari perairan internasional. Mereka menggunakan identitas KM Phantom Ship, lalu pernah juga menggunakan identitas KM Sun De Man-66. TNI-AL masih menyelidiki lebih lanjut, apakah kapal ini juga melakukan pelanggaran lainnya seperti illegal fishing.

Pengeledahan kapal Sunrise Glory berbendera Singapura, yang dinakhodai Chen Chung Nan, di perairan Selat Philip, Provinsi Kepulauan Riau, yang kedapatan mengangkut sabu seberat 1 ton, Rabu (07/02/2018). (foto: Dinas Penerangan TNI AL)

Moeldoko menguraikan, sabu seberat 1 ton atau 1.000 kilogram, jika diedarkan ke para pecandu bisa mencapai 1 juta bungkus, dengan asumsi per bungkusnya dikemas dalam 1 gram dengan harga Rp200.000-Rp500.000. Nilai dari tangkapan tersebut, secara ekonomi sekurang-kurangnya mencapai Rp200 hingga Rp500 miliar.

“Presiden Jokowi sudah menunjukkan ketegasannya dalam masalah narkoba ini. Termasuk pada awal pemerintahannya ketika menghadapi kasus hukuman mati pengedar narkoba asal Australia. Beliau juga mengingatkan, setiap harinya kurang lebih 50 anak bangsa mati sia-sia akibat mengonsumsi narkoba,” kata Moeldoko.

Oleh karena itu, lanjut Moeldoko, yang diperlukan saat ini adalah ketegasan dan keberanian para aparat penegak hukum di lapangan, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah untuk menjaga anak-anak bangsa ini terbebas dari jeratan narkoba.

Untuk diketahui, kronologis penangkapan yaitu, Rabu (07/02/2018) KRI Sigurot-864 Koarmabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 2018 BKO Guskamlabar, berhasil menangkap MV Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T, karena melintas di luar Traffic Separation Scheme (TSS) masuk perairan Indonesia, dengan mengibarkan bendera Singapure, sehingga pergerakannya mencurigakan.

Pemeriksaan awal seluruh dokumen yang ada di kapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat foto kopi dokumen alias bukan dokumen asli. Kemudian Kamis (08/02/2018) pukul 16.00 WIB, dilaksanakan serah terima kapal tangkapan dari KRI ke Lanal Batam.

Jumat (09/02/2018) pukul 15.00 WIB, MV Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar, ke Dermaga Lanal Batam, dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam.

Saat pemeriksaan Tim berhasil menemukan barang bukti Narkoba berupa sabu sebanyak 41 karung beras, dengan perkiraan berat lebih dari 1.000 Kg. Barang-barang tersebut ditemukan di antara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. (ibr/ril)