Beras Raja Asal Sumsel Masuk Pasar Nasional

Gubernur Sumsel Herman Deru menerima kunjungan jajaran pihak PT Belitang Panen Raya selaku produsen Beras Raja, di Griya Agung, Palembang, Rabu (28/11).(foto/humas pemprov sumsel)

PALEMBANG, fornews.co – Beras hasil produksi PT Belitang Panen Raya (BPR) atau lebih dikenal dengan Beras Raja memperluas pasarannya. Tahun depan, beras asli Sumsel ini resmi dipasarkan oleh salah satu minimarket terbesar di Indonesia.

“Kontrak sudah kita teken, tahun depan sudah masuk minimarket dan akan dijual se Indonesia,” tegas Owner Beras Raja, Johan Winarta ditemui di Griya Agung, Palembang, Rabu (28/11).

Dikatakan Johan, pihaknya sudah sudah memiliki 2 pabrik yaitu di Palembang dan Belitang. Dari kedua pabrik ini setiap tahun sedikitnya 100 ton beras mereka produksi untuk memasok ke sejumlah pasar di tanah air. Misalnya ke Batam, Jawa Timur, Solo, Yogyakarta hingga Pulau Kalimantan.

“Beras Raja kita sangat beda dari beras lain, karena Sumsel punya irigasi terbesar di OKU, ini yang bikin nasi kita lebih enak. Selain itu, karena struktur tanahnya juga bagus, makanya beras ini enak daripada beras lain. Mudah-mudahan tahun 2019 pengiriman perdana kita lakukan,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Johan, melihat permintaan pasar yang terus meningkat mereka juga mematok kenaikan produksi dari 100 ton menjadi 150 ton per tahun. Bahkan dalam waktu dekat mereka juga akan melebarkan sayap dengan membangun pabrik di Indonesia bagian timur.

Di kesemapatan yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat bangga dengan apa yang dilakukan PT Belitang Panen Raya (BPR) selaku produsen Beras Raja. Meskipun awalnya pendirian pabrik banyak tantangannya, namun kini berhasil bersaing di tingkat nasional dengan beras produksi dari daerah lainnya.

“Sedikit demi sedikit image terbangun, karena kualitas beras Belitang memang bagus. Ini komitmen saya terhadap pertanian, makanya saya teliti mulai dari nama. Makanya beras itu harus pakai nama Belitang. Ini Harus jadi contoh daerah lain, apa pun produk unggulannya labelnya harus pakai nama sendiri,” kata HD.

Dikatakan, tantangan PT BPR mempopulerkan beras ini sangat tidak mudah, karena dulu image beras Belitang sangat negatif. Selain berkutu, beras Belitang sebelumnya terkenal banyak bercampur batu.

“Dulu jemurnya di pinggir jalan, sekarang tidak lagi. Alhamdulillah image-nya sekarang berubah dan Beras Belitang bisa terkenal. Makanya kita harus bangga dengan keunggulan daerah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut HD sejak awal ia memang komitmen membawa nama daerah untuk setiap produk yang diunggulkan. Sehingga jika produk tersebut dikenal, maka akan membawa nama baik daerah itu sendiri.

“Sama seperti gula. Dulu saat saya menjadi bupati saya mau teken MoU-nya kalau mereka mau pakai nama Gula Komering. Sama seperti Beras Belitang ini. Mungkin sepeleh, tapi ini penting seperti Tegal, itu terkenal karena wartegnya,” tukasnya.(bas)

Loading...