
{"id":10352,"date":"2017-06-29T15:32:16","date_gmt":"2017-06-29T08:32:16","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=10352"},"modified":"2017-06-29T15:32:16","modified_gmt":"2017-06-29T08:32:16","slug":"menkominfo-imbau-dan-beri-tips-hadapi-ransomware-petya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/menkominfo-imbau-dan-beri-tips-hadapi-ransomware-petya\/","title":{"rendered":"Menkominfo Imbau dan Beri Tips Hadapi Ransomware Petya"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_10353\" aria-describedby=\"caption-attachment-10353\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10353 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427.png\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427.png 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427-300x167.png 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427-696x387.png 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427-755x420.png 755w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10353\" class=\"wp-caption-text\">Ransomware Petya<\/figcaption><\/figure>\n<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, kembali mewanti-wanti masyarakat Indonesia dengan munculnya ransomware Petya. Petya adalah program virus ransomware yang bekerja sangat berbeda dari malware ransomware lainnya.<\/p>\n<p>Tidak seperti ransomware tradisional lainnya, Petya tidak mengenskripsi file pada sistem yang ditargetkan satu per satu. Sebaliknya, Petya akan me-reboot system\u00a0dan membajak komputer, serta mengenkripsi tabel\u00a0file master hard drive (master file table-MFT) dan membuat\u00a0master boot record\u00a0(MBR) tidak dapat dioperasikan, membatasi akses ke sistem penuh dengan menyita informasi tentang nama file, ukuran, dan lokasi pada\u00a0disk\u00a0fisik.<\/p>\n<p>Virus Malware Petya dapat menggantikan\u00a0master boot record\u00a0(MBR) komputer dengan kode berbahaya yang menampilkan pesan permintaan tebusan (ransom) dan membuat komputer tidak dapat melakukan\u00a0booting. &#8220;Saat ini dalam skala global sedang terjadi serangan virus ransomware Petya. Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus Petya ini di Indonesia,&#8221; ujarnya melalui pesan yang disebarkan di media sosial di Jakarta, Rabu (28\/06).<\/p>\n<p>Serangan ransomware bernama Petya, sambung Rudiantara, dikabarkan telah masuk ke sistem komputer di beberapa Negara di Eropa dan Asia Selatan. Cara bekerjanya mirip dengan ransomware WannaCry yang menyerang skala global pada 13 Mei lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Ransomware ini harus saat ini juga diwaspadai dan diantisipasi. Dalam konsisi liburan ini saya mengimbau kepada penyelenggara sistem elektronik atau komputer maskapai penerbangan dan bandara untuk tetap terkondisi normal, jangan sampai terkena malware yang menyebabkan disfungsi sistem komputer untuk pelayanan publik,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Menteri Kominfo melalui id-SIRTI, pemerintah telah mengeluarkan notifikasi kepada seluruh\u00a0stakeholders. &#8220;Notifikasi telah dikeluarkan oleh id-SIRTI, organisasi yang diampu Kemkominfo untuk menangani insiden seperti serangan siber, kepada para mitra yang bekerja sama seperti penyelenggara layanan\u00a0internet, NAP maupun kementerian\/lembaga,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Kepada masyarakat luas, Rudiantara mengingatkan untuk melakukan\u00a0backup\u00a0data sebelum mengaktifkan komputer. &#8220;Selain\u00a0backup\u00a0data juga pastikan\u00a0update security patch\u00a0terbaru sebagai langkah antisipasi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Berikut beberapa langkah, sebagaimana dikutip melalui laman lemsaneg.go.id, yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran Petya sebagai berikut :<\/p>\n<p>1. Petya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dapat menginfeksi komputer. Komputer anda seperti melakukan proses \u201cchecking disk\u00a0CHKDSK\u201d padahal saat ini lah Petya mengenskripsi\u00a0hard drive\u00a0anda. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mematikan komputer dan segera ambil file-file penting anda dari komputer dengan LiveCD;<\/p>\n<p>2. Petya memanfaatkan kelemahan pada Microsoft SMBv1 sama seperti \u201cWannacry\u201d sehingga pencegahan dapat dilakukan dengan meng-install patch\u00a0MS17-010 atau menonaktifkan fungsi SMBv1. Anda tetap bisa menggunakan fungsi SMB pada Microsft Windows, dengan menggunakan SMBv2, SMBv3;<\/p>\n<p>3.\u00a0Update Signature antivirus\/antimalware, beberapa produk antivirus dilaporkan telah dapat mendeteksi Petya;<\/p>\n<p>4. Untuk\u00a0administrator system\u00a0pada jaringan\u00a0network\u00a0besar, pastikan\u00a0Intrusion Prevention System\u00a0(IPS) telah ter-update\u00a0dengan\u00a0signature\u00a0terbaru dan lakukan\u00a0monitoring\u00a0pada\u00a0port service\u00a0139\/445 di\u00a0firewall\u00a0anda, lakukan pencegahan dengan mematikan service tersebut apabila terdapat aktivitas yang mencurigakan;<\/p>\n<p>5. Gunakan\u00a0system restore\u00a0untuk mengembalikan komputer Anda jika ternyata terjangkit ransomware Petya.<\/p>\n<p>Untuk saat ini belum ada cara mengatasi komputer yang terkena malware ini, opsi terburuk adalah menginstal ulang komputer anda dengan asumsi anda telah mengambil file penting pada komputer anda. Hal yang terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan pencegahan\u00a0malware\u00a0tersebut.(ibr\/setkab\/kemkominfo)<\/p>\n<p><!--Clip_XXXX_170629_152644_038--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; JAKARTA, fornews.co &#8211; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, kembali mewanti-wanti masyarakat Indonesia dengan munculnya ransomware Petya. Petya adalah program virus ransomware yang bekerja sangat berbeda dari malware ransomware lainnya. Tidak seperti ransomware tradisional lainnya, Petya tidak mengenskripsi file pada sistem yang ditargetkan satu per satu. Sebaliknya, Petya akan me-reboot system\u00a0dan membajak komputer, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":10353,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/06\/petya-768x427.png","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-2GY","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10352"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10354,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10352\/revisions\/10354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}