
{"id":1065,"date":"2016-10-03T18:00:04","date_gmt":"2016-10-03T11:00:04","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=1065"},"modified":"2016-10-03T18:00:04","modified_gmt":"2016-10-03T11:00:04","slug":"masyarakat-wajib-tolak-komunis-gaya-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/masyarakat-wajib-tolak-komunis-gaya-baru\/","title":{"rendered":"Masyarakat Wajib Tolak Komunis Gaya Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<figure id=\"attachment_1066\" aria-describedby=\"caption-attachment-1066\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1066 size-large\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda-1024x681.jpg\" alt=\"Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman, saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Kantor Gubernur Sumsel, Senin (03\/10). (foto humas pemprov sumsel)\" width=\"1000\" height=\"665\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda-1024x681.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda-300x200.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda-768x511.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda.jpg 1390w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1066\" class=\"wp-caption-text\">Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman, saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Kantor Gubernur Sumsel, Senin (03\/10). (foto humas pemprov sumsel)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">PALEMBANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H Mukti Sulaiman menyatakan, upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan eksistensi dan resistensi bangsa Indonesia untuk membela dengan mempertahankan ideologi dan dasar negara pancasila dari rong-rongan ideologi komunis.<\/p>\n<p>Jadi, pada era demokratisasi dan kebebasan berekspresi ini, mari rapatkan barisan dan perkuat diri dengan nilai-nilai dan jiwa Pancasila. &#8220;Kita wajib menolak melawan setiap upaya tindakan Komunis Gaya Baru (KGB) yang akan menghidupkan kembali paham dan ideologi komunis yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,&#8221; ungkap Mukti Sulaiman, saat membacakan amanat dari Gubernur Alex Noerdin, pada upacara Hari Kesaktian Pancasila, Senin (03\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mukti menerangkan, menelandani momentum Kesaktian Pancasila, maka perlu dibangkitkan kewaspadaan terhadap gerakan KGB dengan memperkuat pemahaman Pancasila ideologi dan dasar negara. &#8220;Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, mari kita jadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan, mengembangkan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,&#8221; tukasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mukti Sulaiman mengatakan, peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang dikenal dengan G 30 S\/PKI merupakan tragedi dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dimana\u00a0 Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan tindakan makar dengan membunuh 7 orang jenderal setelah menculik dan menyiksa keji tanpa peri kemanusiaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gugurnya tujuh Jenderal sebagai Pahlawan Revolusi menyadarkan, bahwa PKI berusaha mengubah ideologi dan dasar Negara Indonesia Pancasila Menjadi ideologi dan dasar negara komunis. \u201cHal ini sangat bertentangan dengan cita-cita dan tujuan Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945,\u201d tutupnya. (tul)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H Mukti Sulaiman menyatakan, upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan eksistensi dan resistensi bangsa Indonesia untuk membela dengan mempertahankan ideologi dan dasar negara pancasila dari rong-rongan ideologi komunis. Jadi, pada era demokratisasi dan kebebasan berekspresi ini, mari rapatkan barisan dan perkuat diri dengan nilai-nilai dan jiwa Pancasila. &#8220;Kita wajib menolak melawan setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1066,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[4],"tags":[9,69,81,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/Sekda.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hb","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1065"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1065"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1067,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1065\/revisions\/1067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}