
{"id":1181,"date":"2016-10-05T14:20:09","date_gmt":"2016-10-05T07:20:09","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/?p=1181"},"modified":"2016-10-05T14:44:02","modified_gmt":"2016-10-05T07:44:02","slug":"dua-faktor-ini-sebabkan-harga-karet-kualitas-ekspor-merosot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/dua-faktor-ini-sebabkan-harga-karet-kualitas-ekspor-merosot\/","title":{"rendered":"Dua Faktor Ini, Sebabkan Harga Karet Kualitas Ekspor Merosot"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1182\" aria-describedby=\"caption-attachment-1182\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1182 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/ilustrasi-karet.jpg\" alt=\"ilustrasi\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/ilustrasi-karet.jpg 600w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/ilustrasi-karet-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1182\" class=\"wp-caption-text\">ilustrasi<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">PALEMBANG-Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel menungkapkan, harga karet belum menunjukkan ada kebaikan. Bahkan harga karet asal Sumsel, khususnya hingga akhir September cenderung mengalami penurunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris Gapkindo Sumsel H Awi Aman menyampaikan, dua faktor menjadi penyebab harga karet melemah. Pertama harga karet dunia yang tidak menentu dan alami penurunan. Kemudian kualitas hasil panen di tingkat petani yang rendah. Peningkatan kualitas karet yang dikelola petani harus segera direalisasikan jika ingin meningkatkan ekspor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kondisi ini menyebabkan harga jual di tingkat petani rendah. Pabrikan harus berusaha keras mengolah produk layak ekspor dari getah karet yang didapat. Pasalnya, petani masih sering menjual produk kotor dan belum sesuai criteria ekspor,&#8221; ujarnya, Rabu (05\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awi menyebutkan, harga <em>free of boar<\/em> (FOB) karet di Sumsel, sejak sepekan di akhir September hingga sekarang, cenderung menurun. Dimana 26 September lalu, FOB Palembang, berada diharga Rp18.581 per\/kilogram. Masuk di awal Oktober terkoreksi sebesar Rp17.357 per\/kilogram. &#8220;Harga komoditi andalan Sumsel, ini terus melemah,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh disampaikan Awi, harga komodiri karet kualitas ekspor diperkirakan tetap berfluktuatif. Menurut dia, gairah harga karet tidak seperti lima hingga 10 tahun lalu yang masih tinggi. Sekarang untuk menginjak angka Rp20.000\/perkiligram sulit sekali. &#8220;Kita harus bersaing dengan karet dari negara-negara di Asia yang juga mengembangkan komoditi karet. Secara kualitas negara tetangga lebih baik dibandingkan kita. Ini memang faktor petani yang kurang memperhatikan standar kualitas karet yang diingin pasar dunia,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Eros (32) petani karet Kecamatan Peninjauan, OKU mengatakan, harga karet mingguan pada tingkat petani berada di posisi harga kisaran Rp5.500 per\/kilogram. &#8220;Kapan harga karet seperti dulu, petani secara perekonomian sangat terangkat. Sekarang, justru di antara kami banyak menjual lahan karetnya untuk bayar hutan,&#8221; keluhnya. (ibr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG-Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel menungkapkan, harga karet belum menunjukkan ada kebaikan. Bahkan harga karet asal Sumsel, khususnya hingga akhir September cenderung mengalami penurunan. Sekretaris Gapkindo Sumsel H Awi Aman menyampaikan, dua faktor menjadi penyebab harga karet melemah. Pertama harga karet dunia yang tidak menentu dan alami penurunan. Kemudian kualitas hasil panen di tingkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1182,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[9,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2016\/10\/ilustrasi-karet.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-j3","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1185,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1181\/revisions\/1185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}