
{"id":11826,"date":"2017-08-24T12:55:50","date_gmt":"2017-08-24T05:55:50","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=11826"},"modified":"2017-08-24T12:57:52","modified_gmt":"2017-08-24T05:57:52","slug":"pentingnya-imunisasi-mr-bagi-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pentingnya-imunisasi-mr-bagi-anak\/","title":{"rendered":"Pentingnya Imunisasi MR Bagi Anak"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Memberi perlindungan kesehatan kepada anak, suatu yang harus dilakukan bagi setiap orang tua. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil, agar tidak ragu melaksanakan imunisasi Measles Rubella (MR).<\/p>\n<p>\u201cKita sehatkan dan lindungi anak-anak kita dari berbagai penyakit, termasuk Campak dan Rubella,\u201d ajak Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg Oscar Primadi, MPH, melalui siaran tertulis di Jakarta, Kamis (24\/08) pagi.<\/p>\n<p>Menurut Oscar, sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat untuk mensukseskan kampanye imunisasi MR cukup tinggi, sudah lebih dari 60%. Artinya, masih\u00a0<em>on the track.<\/em> Intinya, lanjut Oscar, program imunisasi serentak ini, tidak hanya untuk memberikan support kuratif saja, tetapi sekali preventif dan promotof juga harus ditingkatkan.<\/p>\n<p>\u201cDi beberapa negara seperti\u00a0 Thailand, sudah terbukti bahwa kalau pencegahan ditingkatkan kuratif akan berkurng. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan fokus kepada preventif dengan menambah jumlah jenis vaksin,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Oscar juga memberi pengertian terkait stigma atau anggapan banyaknya program imunisasi di Indonesia. Ia mengingatkan, negara tetangga kita Malaysia, imunisasi dasarnya sudah 14 jenis, sementara di Indonesia masih enam. Dengan ditambah tiga vaksin baru, Oscar bersyukur berarti program pencegahan penyakit kini\u00a0semakin baik.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu MR<\/strong><\/p>\n<p>Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.searo.who.int\/indonesia\/topics\/immunization\/petunjuk_teknis_kampanye_dan_introduksi_mr.pdf?ua=1\">Virus Measles<\/a>\u00a0adalah virus yang menyebabkan penyakit campak yang juga dapat membawa penyakit lain seperti ruam, batuk, pilek, iritasi mata, dan demam. Komplikasinya mulai dari infeksi telinga, pneumonia, kejang, kerusakan otak sampai kematian. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/kesmas-id.com\/bulan-kampanye-imunisasi-measles-rubella-mr\/\">Virus Rubella<\/a>, dapat menyebabkan campak Jerman dengan gejala berupa ruam, demam ringan dan radang sendi. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menular pada ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital.<\/p>\n<p>Terkait imuniasi MR, Ketua Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR dr Aman Bhakti Pulungan Sp A(K) menjelaskan, di Indonesia dan beberapa negara lain\u00a0 penyakit rubela\u00a0 semakin menjadi masalah.\u00a0Ia menyebutkan, sejak tahun 2010-2015 di Indonesia berdasarkan pemeriksaan laboratorium terbukti 6309 anak terserang rubela, 77 % berumur kurang dari 15 tahun.<\/p>\n<p>Menurut \u00a0Aman, virus rubela dapat\u00a0menyerang janin di dalam kandungan ibu, sehingga pada\u00a0tahun 2015-2016 ada 556 bayi cacat dengan kelainan jantung (79,5 %), buta karena katarak (67,6%), keterbelakangan mental (50%), otak tidak berkembang (48,6%), tuli (31,3%), radang otak (9,5%).<\/p>\n<p>Berdasarkan kajian oleh berbagai\u00a0 profesi kesehatan bersama Kementerian Kesehatan mengenai bahaya penyakit, kemungkinan menyebar ke \/ dari negara lain,\u00a0 manfaat vaksin, ketersediaan vaksin, anggaran dll. Aman menilai, imunisasi rutin perlu ditambah dengan imunisasi Rubela (R) yang digabung dengan imunisasi campak (measles = M) .<\/p>\n<p>Karena itu, mulai Agustus 2017 di pulau Jawa, dilakukan imunisasi MR untuk anak sekolah,\u00a0pada September 2017 untuk anak mulai usia 9 bulan dan yang belum bersekolah, walaupun mereka sudah pernah imunisasi campak \/rubela atau sakit campak\/rubela. Ia juga meyakini, imunisasi MR serentak dalam satu periode pada semua anak umur 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, akan menghasilkan kekebalan yang merata dan tinggi sehingga\u00a0virus tersebut sulit menyebar, dan bermanfaat menurunkan kejadian wabah, sakit berat, cacat atau kematian karena campak dan rubela.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun 2018 imunisasi MR akan dilakukan di luar pulau Jawa, Agustus 2018 di sekolah-sekolah, September 2018 untuk bayi 9 bulan dan anak belum bersekolah. Setelah itu, MR akan masuk ke program imunisasi rutin untuk menggantikan imunisasi campak pada umur 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun,\u201d bebernya, seraya mengatakan, semua negara di dunia sampai sekarang\u00a0 \u00a0melakukan imunisasi rutin bayi dan anaknya,\u00a0karena imunisasi terbukti bermanfaat mencegah\u00a0wabah, sakit berat, cacat dan kematian.<\/p>\n<p>Mengenai isu-isu\u00a0 yang menyatakan bahwa vaksin\u00a0 berbahaya yang beredar sejak tahun 2003 bersumber dari berita thn 1950-1960an yang dikutip dari\u00a0 beberapa buku dari luar negeri, Ketua IDAI itu mengatakan bahwa \u00a0teknologi vaksin tahun 1950-1960an sangat berbeda dengan vaksin generasi sekarang.<\/p>\n<p>\u201cUntuk memahami isi dan proses pembuatan vaksin generasi sekarang diperlukan pengetahuan yang mendalam, sehingga tidak semua profesi kesehatan bisa memahaminya,\u201d ujar Aman.<\/p>\n<p>Akibat penyebaran isu yang tidak benar tersebut, menurut Aman, banyak anak Indonesia tidak di imunisasi polio, sehingga thn 2005-2006 terjadi wabah polio di beberapa\u00a0 provinsi. Akibatnya, 352 anak Indonesia lumpuh, cacat, menjadi beban keluarga seumur hidup.<\/p>\n<p>\u201cAkibat\u00a0 penyebaran isu yang salah maka banyak anak\u00a0Indonesia tidak diimunisasi DPT sehingga terjadi wabah Difteri di Indonesia thn 2007-2013. Akibatnya, 2.869 anak dirawat di RS, 131 anak meninggal dunia,\u201d ungkap Aman.<\/p>\n<p>Terkait soal kehalalan MR, Aman menerangkan, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 31 Juli 2017\u00a0 telah mengeluarkan rekomendasi no. U-13\/MUI\/KF\/VII\/2017, yang isinya memberikan dukungan pelaksanaan program imunisasi termasuk imunisasi Measles dan Rubela (MR).<\/p>\n<p>Aman juga menyebutkan, bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang anggotanya terdiri dari pakar profesi kesehatan dari banyak negara\u00a0 mendukung program imunisasi MR karena penyakit ini selain menjadi masalah Indonesia\u00a0 juga masalah internasional.(ibr)<\/p>\n<p>Sumber : setkab.go.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Memberi perlindungan kesehatan kepada anak, suatu yang harus dilakukan bagi setiap orang tua. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil, agar tidak ragu melaksanakan imunisasi Measles Rubella (MR). \u201cKita sehatkan dan lindungi anak-anak kita dari berbagai penyakit, termasuk Campak dan Rubella,\u201d ajak Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11827,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/08\/Ilustrasi-Imunisasi-net.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-34K","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11826"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11826"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11829,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11826\/revisions\/11829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}