
{"id":12867,"date":"2017-10-02T22:26:39","date_gmt":"2017-10-02T15:26:39","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=12867"},"modified":"2017-10-03T05:55:54","modified_gmt":"2017-10-02T22:55:54","slug":"waspadai-dari-sekarang-stanting-pengaruhi-pertumbuhan-dan-kecerdasan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/waspadai-dari-sekarang-stanting-pengaruhi-pertumbuhan-dan-kecerdasan-anak\/","title":{"rendered":"Waspadai dari Sekarang, Stanting Pengaruhi Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Stanting atau tubuh pendek merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi orang tua.<\/p>\n<p>Stanting sendiri menimpa anak karena kurang gizi bersifat akumulatif karena intervensi gizi yang tidak mencukupi pada janin (ibu hamil) hingga berusia 24 bulan pascalahir, atau dikenal 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak. Kemudian akses air bersih dan sanitasi tidak sehat, juga memberi sumbangan penyebab stanting.<\/p>\n<p>Consultan IMA World Health Sumsel, Yeni Roslaini Izi menyampaikan, pada isu kesehatan stanting, diakui isu baru dan tidak familier di masyarakat. Bahkan, isntansi terkait di pemerintah sekalipun tidak semua memahami kasus stanting. Padahal dalam jangka panjang, dampaknya buruk dapat menimpa anak penyandang stanting.<\/p>\n<p>&#8220;Memang, isu stanting ini harus dipahami dengan baik. Karena banyak kasus yang indikasi dan gejala sama, tetapi itu bukan merupakan stanting. Perlu diingat stanting menyerang anak, sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun atau dikenal 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Di waktu inilah, masa-masa rawan stanting,&#8221; ujarnya, pada acara Kampanye Gizi Nasional (KGN) yang diselenggarakan IMA World Healt bekerjasama Forum Kajian Jurnalisme Sumsel (FKJS) kepada para pimpinan redaksi (Pimred) media lokal Sumsel, di Swarna Dwipa Palembang, Senin (02\/10).<\/p>\n<p>Yeni menjelaskan, dampak stanting ada jangka pendek yang berakibat pada pertumbuhan anak tidak maksimal, juga mempengaruhi kecerdasan. Sedangkan jangka panjangnya sendiri, menyebabkan orang terkena stanting rentan dengan penyakit, prestasi kurang.<\/p>\n<p>&#8220;Memang kasus ini banyak menimpa warga di daerah terpencil. Minim mendapat akses informasi, dan tentunya gasa hidup yang tidak mencerminkan sehat. Di Sumsel, yang menjadi perhatian yakni Kabupaten OKU, Muba dan Banyuasin,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Data World Health Organization (WHO) menunjukkan angka stunting cenderung tinggi di daerah-daerah dengan tingkat kemiskikan tinggi dan pendidikan rendah. Berbagai riset yang dilakukan pemerintah Indonesia menunjukkan angka stunting di Indonesia ada pada angka mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>Sedikit provinsi di Indonesia mempunyai angka stunting di bawah 20%. Angka persentase di atas 20%, berdasarkan parameter World Health Organization (WHO) menunjukkan sebuah wilayah mempunyai problem kesehatan yang serius.<\/p>\n<p>Sedangkan berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2015 rata-rata angka stunting di Indonesia 24%. Hanya dua daerah, yaitu Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung, tercatat memiliki angka stunting di bawah 20%. Sementara 32 provinsi lain, tercatat memiliki balita dengan tubuh pendek di atas 20%, termasuk di Jakarta.<\/p>\n<p>Kondisi ini memprihatinkan. Jika dibiarkan bonus demografi hanya akan menghasilkan generasi yang tidak produktif dan berdaya saing rendah di masa depan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak, termasuk jurnalis agar terlibat mendorong pemerintah serius memberikan perhatian pada gizi balita pada 1.000 hari pertama kelahiran dan secara nasional mendukung pengurangan stanting, termasuk menghubungkannya dengan dana desa. (ibr)<br \/>\n<!--Clip_XXXX_171002_222006_515--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Stanting atau tubuh pendek merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi orang tua. Stanting sendiri menimpa anak karena kurang gizi bersifat akumulatif karena intervensi gizi yang tidak mencukupi pada janin (ibu hamil) hingga berusia 24 bulan pascalahir, atau dikenal 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12868,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,69],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/20171002_114515.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3lx","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12867"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12871,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12867\/revisions\/12871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}