
{"id":12950,"date":"2017-10-04T19:43:54","date_gmt":"2017-10-04T12:43:54","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=12950"},"modified":"2017-10-04T19:43:54","modified_gmt":"2017-10-04T12:43:54","slug":"realisasi-uks-bisa-cegah-bayi-stanting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/realisasi-uks-bisa-cegah-bayi-stanting\/","title":{"rendered":"Realisasi UKS, Bisa Cegah Bayi Stanting"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Stanting merupakan faktor yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan fisik dan otak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), akibat kurangnya asupan gizi.<\/p>\n<p>Hal ini sesungguhnya bisa diantisipasi kaum hawa sejak remaja, salah satunya merealisasikan Uni Kesehatan Sekolah (UKS). Kekurangan gizi seperti zat besi pada remaja putri, dapat mengganggu reproduksi bahkan tumbuh kembang janin nantinya.<\/p>\n<p>Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ferry Fahrizal SKM MKM, dalam Orientasi Jurnalis dalam Keterpaduan Gerakan Kampanye Gizi Nasional, yang diselenggaran IMA World Health di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (03\/10).<\/p>\n<p>Menurut Ferry, remaja putri menjadi masa keemasan yang harus dilindungi. \u201cUpaya pencegahan agar tidak terjadinya kondisi bayi stanting, dapat dimulai dari remaja perempuannya. Oleh karena itu, intervensi spesifik salah satunya dengan merealisasikan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di setiap sekolah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lanjutnya, setiap sekolah idealnya harus memiliki UKS, namun dari data Dinkes Sumsel, dari 758 SMA\/sederajat, hanya ada 253 UKS saja. &#8220;Hal ini yang sedang diupayakan (Dinkes) untuk merealisasikan UKS untuk seluruh sekolah di Sumsel,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p><strong>Waspada Anemia<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_12952\" aria-describedby=\"caption-attachment-12952\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12952 size-large\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-767x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"854\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-767x1024.jpg 767w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-225x300.jpg 225w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-768x1025.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-696x929.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054-315x420.jpg 315w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0054.jpg 959w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-12952\" class=\"wp-caption-text\">UKS MAN 2 Palembang.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di sisi lain, Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, Rizki Al hairiah, menyampaikan, remaja putri kerap mengalami lemah, letih dan lesu pada proses belajar, atau pingsan saat upacara yang disebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb).<\/p>\n<p>&#8220;Dari gejala yang sering dialami, siswi yang mengalami anemia diindikasikan karena tidak sarapan dari rumah atau pola makan yang tidak teratur, yang mengakibatkan pusing atau pingsan. Selain itu, faktor lainnya karena sedang mengalami menstruasi hari pertama,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Oloria S AM Keb, Koordinator Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, menjelaskan bahwa anemia terjadi karena kurangnya mengonsumsi gizi terutama zat besi.<\/p>\n<p>\u201cAnemia terjadi karena Hb kurang dari 12, banyak penyebabnya. Salah satunya karena pola makan yang tidak baik, sehingga gizi yang didapat tidak optimal, seperti konsumsi teh juga mempengaruhi,\u201d tutur Oloria.<\/p>\n<p>Menurutnya, pola makan di pagi hari seperti teh seharusnya tidak bisa diminum bersamaan konsumsi makanan karbohidrat, karena justru akan menyerap protein yang ada di dalam makanan tersebut. \u201cHal tersebut dapat mempengaruhi terjadinya anemia bagi siswi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia sangat menganjurkan, siswi yang sedang mengalami masa menstruasi untuk mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) satu kali sehari selama haid, sehingga tidak terkena anemia.<\/p>\n<p>\u201cPemberian TTD tersebut penting khususnya bagi remaja putri. Supaya di masa mendatang, mereka tidak mempengaruhi persalinan dan melahirkan bayi dengan kondisi stanting,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Aisyah, salah satu siswi kelas 12 MAN 2 Palembang, mengatakan, saat masih duduk di bangku kelas 11, ia sering mengalami mengantuk saat belajar, hal tersebut mempengaruhi kondisi belajarnya. \u201cTapi sekarang tidak lagi. Dulu sering minum teh dengan nasi dalam waktu bersamaan, tapi sekarang lebih banyak sarapan roti dan minum susu,\u201d tuturnya. (may)<br \/>\n<!--Clip_XXXX_171004_193122_139--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Stanting merupakan faktor yang menyebabkan gangguan pada pertumbuhan fisik dan otak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), akibat kurangnya asupan gizi. Hal ini sesungguhnya bisa diantisipasi kaum hawa sejak remaja, salah satunya merealisasikan Uni Kesehatan Sekolah (UKS). Kekurangan gizi seperti zat besi pada remaja putri, dapat mengganggu reproduksi bahkan tumbuh kembang janin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12951,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,69,97],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG-20171004-WA0056.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3mS","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12950"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12953,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12950\/revisions\/12953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}