
{"id":13455,"date":"2017-10-25T17:31:33","date_gmt":"2017-10-25T10:31:33","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=13455"},"modified":"2017-10-25T17:32:03","modified_gmt":"2017-10-25T10:32:03","slug":"bpom-diminta-tingkatkan-razia-rutin-makanan-dan-jajanan-di-lingkungan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bpom-diminta-tingkatkan-razia-rutin-makanan-dan-jajanan-di-lingkungan-sekolah\/","title":{"rendered":"BPOM Diminta Tingkatkan Razia Rutin Makanan dan Jajanan di Lingkungan Sekolah"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan dengan razia rutin khususnya terhadap makanan dan jajanan yang di jual di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pada pertemuan dengan Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta, Dra. Reni Indriani, Apt, M.Si beserta jajarannya di Griya Agung Palembang, Rabu (25\/10).<\/p>\n<p>Alex melanjutkan, makanan dan jajanan yang dijual di sekolah-sekolah sering kali tidak sehat dan mengandung zat berbahaya, yang dapat merusak kesehatan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu tugas penting BPOM dengan melakukan razia terhadap para pedagang.\u00a0&#8220;Dari dulu selalu saya minta lakukan razia secara terus menerus, gak bisa hanya sesekali saja. Kalau mereka (pedagang) beralasan berjualan untuk kebutuhan hidup, tentu kesehatan pelajar jauh lebih penting karena mereka lah generasi penerus kita nanti,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Alex Noerdin mengungkapkan, Pemprov Sumsel melalui Dinas Pendidikan telah mengambil langkah pengawasan terhadap makanan yang dijual di lingkungan sekolah, dengan mewajibkan seluruh sekolah menyediakan kantin sehat yang bisa dikelola sendiri para guru maupun para orang tua murid.\u00a0&#8220;Kalau sudah ada kantin, harapan kita gak ada lagi makanan yang dijual di pinggiran pagar sekolah. BPOM ini memiliki fungsi yang sangat\u00a0penting, seharusnya bisa memberikan hukuman yang berat kepada pedagang yang terkena razia, bukan hanya sebatas pembinaan saja,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Sekretaris Utama BPOM, Reni Indriani menuturkan, memang pihaknya sudah menjadikan perhatian untuk pengawasan terhadap makanan yang dijual dilingkungan sekolah. Melalui Balai Besar POM Palembang, pihaknya akan terus mengupayakan apa yang diinstruksikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, bahkan BPOM juga sedang berupaya memperkuat dengan penindakan.\u00a0&#8220;Selama ini BPOM hanya bisa memberikan pembinaan terhadap pedagang yang terkena razia, nanti kalau aturan baru sudah keluar kita akan diperkuat sehingga bisa memberikan penindakan langsung,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Reni menerangkan, sebenarnya pertemuan dengan Gubernur Alex Noerdin ini bertujuan agar Pemprov Sumsel dapat menghibahkan lahan Kantor Balai Besar POM Palembang di Jakabaring kepada BPOM yang statusnya saat ini pinjam pakai.\u00a0Karena, melalui hibah tersebut akan menjadi aset BPOM dalam rangka meningkatkan pengawasan obat dan makanan di Sumsel. Selain itu, sebagai dukungan terhadap BPOM dalam mengawal pengawasan keamanan makanan dalam mendukung suksesnya Asian Games 2018 mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kondisi saat ini kantor Balai POM Jakabaring sebenarnya diperlukan perbaikan yang cukup banyak termasuk ketersediaan laboratorium, kita sangat mengapresiasi Pemerintah Sumsel yang telah mendukung penuh pelaksanaan tugas BPOM selama ini, termasuk tentang hibah lahan kantor yang langsung direspon positif Gubernur Alex Noerdin,&#8221; tandasnya.(tul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat dan makanan dengan razia rutin khususnya terhadap makanan dan jajanan yang di jual di lingkungan sekolah. Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pada pertemuan dengan Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta, Dra. Reni Indriani, Apt, M.Si beserta jajarannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13456,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,240,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/10\/IMG_20171025_172630.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3v1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13455"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13455"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13458,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13455\/revisions\/13458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}