
{"id":13928,"date":"2017-11-11T00:44:36","date_gmt":"2017-11-10T17:44:36","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=13928"},"modified":"2017-11-11T00:44:36","modified_gmt":"2017-11-10T17:44:36","slug":"laporkan-diculik-ternyata-anak-kandung-dijual-seharga-rp12-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/laporkan-diculik-ternyata-anak-kandung-dijual-seharga-rp12-juta\/","title":{"rendered":"Laporkan Diculik, Ternyata Anak Kandung Dijual Seharga Rp12 Juta"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co-Berkat jalannya naluri investigatif petugas\u00a0Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang,\u00a0 menyikapi laporan dari\u00a0pasangan suami istri (pasutri)\u00a0Yanti (35) dan Djoni (50), terhadap penculikan anaknya yang masih\u00a0di bawah lima tahun (balita) diculik, akhirnya terkuak. Sang\u00a0suami bersama istri\u00a0yang mendatangi SPKT polresta Palembang pada Jumat (10\/11) sore itu, tidak tahu kalau ternyata istrinya\u00a0diduga telah menjual anaknya sendiri.<\/p>\n<p>Saat memberi keterangan kepada petugas SPKT polresta Palembang,\u00a0 Yanti mengatakan anaknya diculik satu bulan silam tepatnya pada bulan Oktober lalu. Terkesan ada kejanggalan atas laporan tersebut, petugas SPKT bersama Satreskrim dan dibantu anggota Polsek IT II langsung mendatangi rumah pelapor untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah memeriksa saksi-saksi Djoni dan Yanti, serta Sri (48) tetangga pelapor, petugas mengetahuo kalau Hendra tidak hilang atau diculik, melainkan\u00a0 dijual oleh Yanti kepada seseorang bernama Cece seharga Rp12 juta melalui perantara Sri.<\/p>\n<p>Informasi dari lapangan, kejadian ini berawal saat Yanti mendatangi rumah Sri pada Oktober lalu, yang menggeluh masalah ekonomi. Karena mereka lagi membutuhkan uang untuk biaya kebutuhan hidup seperti membayar kontrakan, biaya berobat anaknya Hendra dan makan. Kemudian, Sri mencari orang yang bisa membantu masalah Yanti dan bertemu dengan Cece, dengan memberikan uang sebanyak dua kali sebesar Rp10 juta dan Rp2 juta. Dua minggu pascadiberikan uang, Sri datang dan mengambil Hendra saat sedang diasuh oleh kakak perempuanya, Jesicca (11), dengan alasan akan dibawah ke dokter untuk berobat. Kemudian, Djoni yang sudah tidak tinggal serumah lagi dengan Yanti menyambangi kediamannya. Selanjutnya, Jesicca bercerita kalau sang adik telah dijual ibunya dengan orang kaya. Lalu, Djoni menanyakan hal tersebut kepada Yanti, dan mengaku kalau putra mereka sudah diculik sehingga melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.<\/p>\n<p>\u201cMemang satu bulan ini saya sedang merawat orang tua yang sedang sakit keras, makanya saya tidak pulang kerumah. Saat kembali ke rumah, anak perempuan saya bilang kalau adiknya sudah tidak ada lagi di rumah sejak dua minggu lalu. Tapi, saya tidak tahu kalau putra saya sudah dijual istri saya sendiri yang memang agak kurang melalui perantara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lain lagi yang diungkapkan Yanti, saat diamankan diruangan PPA Polresta Palembang, justru berkilah tidak mengakui telah menjual anaknya sendiri. Tapi, dia hanya sempat mendatangi rumah Sri untuk meminta bantuan meminta uang untuk membayar kontrakan rumah dan berobat anaknya Hendra yang lagi sakit. &#8220;Saya meminjam uang untuk bayar kontrak, dan teman Sri, yakni Cece memberikan uang sebesar Rp10 juta. Kemudian anak saya dibawanya dan tak pulangkannya hingga sekarang. Dua minggu lalu saya kembali menanyakan anak saya, saya diberi uang lagi Rp2 juta oleh Sri,&#8221; ungkapnya, yang terlihat gugup saat ditanya petugas.<\/p>\n<p>Yanti melanjutkan, bahwa Sri yang menyuruh anaknya agar dibawa oleh Cece saat itu dan diberikan uang. Dengan alasan akan membawa anaknya untuk diobati dan akan dikembalikan lagi anak saya. Sementara, Sri yang juga ada ditempat yang sama, membantah kalau menjadi perantara menjual Hendra kepada Cece. &#8220;Yanti yang mendatangi rumah saya dan minta tolong meminjam uang dan menjual anaknya. Saya hanya mengenal mereka saja dan tidak pernah mendapat uang bahkan saya tidak tau kalau Yanti dapat uang dari Cece,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menyikapi hal ini, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kepala SPK, Ipda Wahad membenarkan, bahwa awalnya Yanti dan Djoni melaporkan anaknya yang hilang. Tapi setelah diselidiki dan diambil keterangan, ternyata Yanti diduga sudah menjual anaknya atas pelantar Sri. &#8220;Keduanya lagi dimintai keterangan oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Polresta Palembang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,&#8221; tandasnya. (bay)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co-Berkat jalannya naluri investigatif petugas\u00a0Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang,\u00a0 menyikapi laporan dari\u00a0pasangan suami istri (pasutri)\u00a0Yanti (35) dan Djoni (50), terhadap penculikan anaknya yang masih\u00a0di bawah lima tahun (balita) diculik, akhirnya terkuak. Sang\u00a0suami bersama istri\u00a0yang mendatangi SPKT polresta Palembang pada Jumat (10\/11) sore itu, tidak tahu kalau ternyata istrinya\u00a0diduga telah menjual anaknya sendiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13929,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[2],"tags":[9,68,69,97],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/11\/IMG_20171111_004236.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3CE","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13930,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13928\/revisions\/13930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}