
{"id":14121,"date":"2017-11-21T18:30:58","date_gmt":"2017-11-21T11:30:58","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=14121"},"modified":"2017-11-21T18:30:58","modified_gmt":"2017-11-21T11:30:58","slug":"majelis-tinggi-perdamaian-afghanistan-harapkan-kontribusi-indonesia-dalam-perdamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/majelis-tinggi-perdamaian-afghanistan-harapkan-kontribusi-indonesia-dalam-perdamaian\/","title":{"rendered":"Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Harapkan Kontribusi Indonesia dalam Perdamaian"},"content":{"rendered":"<p><strong>BOGOR, fornews.co<\/strong> &#8211; Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah menerima kunjungan delegasi High Peace Council (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan, yang dipimpin langsung ketuanya Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (21\/11).<\/p>\n<p>\u201cKita dianggap netral di tengah, tidak memiliki kepentingan. jadi antusias yang disampaikan oleh beliau akan kita sambut baik dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jokowi menyampaikan, akan segera mengundang ulama-ulama Afghanistan, Pakistan, dan negara lainnya sebagai langkah awal proses perdamaian. \u201cKemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia, untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Presiden, dalam pertemuan tersebut Khalili menyampaikan bahwa Indonesia adalah sebuah contoh penerapan Islam yang benar. \u201cDan mereka ingin sharing dan belajar banyak mengenai Islam moderat yang ada di Indonesia,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Khalili menyampaikan bahwa dirinya membawa 39 orang delegasi dan sangat bangga dapat berada di Indonesia. Ia juga mengatakan sangat senang jika Indonesia dapat berperan menyelesaikan konflik di Afghanistan, karena dirinya menganggap Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat.<\/p>\n<p>\u201cKami menyadari pentingnya peranan ulama Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia, dapat membantu kami mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Dan kami sangat senang permintaan kami diterima serta menantikan peran Indonesia, untuk mempercepat proses perdamaian di Afghanistan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selain membantu proses perdamaian di Afghanistan, Khalili mengakui pengalaman Indonesia, dalam mewujudkan toleransi antar suku, budaya dan agama sangat penting. \u201cPengalaman Indonesia ini sangat penting bagi negara kami dan akan menerapkannya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain bertemu Presiden, Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan dijadwakan juga akan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dan berkunjung ke Istiqlal, pondok pesantren dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.<\/p>\n<p>Adapun kunjungan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan, ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, April 2017 lalu. Setelah mengadakan pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden kemudian menjamu delegasi Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan, di sebuah kafe yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. (*\/ibr)<!--Clip_XXXX_171121_182433_463--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, fornews.co &#8211; Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan mengharapkan peranan Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Afghanistan. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah menerima kunjungan delegasi High Peace Council (HPC) atau Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan, yang dipimpin langsung ketuanya Mohammad Karim Khalili di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (21\/11). \u201cKita dianggap netral di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14122,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/11\/IMG-20171121-WA0072.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3FL","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14121"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14121"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14123,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14121\/revisions\/14123"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}