
{"id":14946,"date":"2017-12-19T19:07:25","date_gmt":"2017-12-19T12:07:25","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=14946"},"modified":"2017-12-19T19:07:25","modified_gmt":"2017-12-19T12:07:25","slug":"kenang-masa-mahasiswa-jokowi-selesaikan-tugas-akhir-dengan-bentakan-pak-kasmujo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kenang-masa-mahasiswa-jokowi-selesaikan-tugas-akhir-dengan-bentakan-pak-kasmujo\/","title":{"rendered":"Kenang Masa Mahasiswa, Jokowi Selesaikan Tugas Akhir dengan \u201cBentakan\u201d Pak Kasmujo"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8211; Pak Kasmujo, demikian nama dosen pembimbing sekripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk mendapat gelar sarjana di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, puluhan tahun silam yang tidak bisa dilupakannya.<\/p>\n<p>Bahkan Saat dimintai kesan dan pesan untuk Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi, Kasmujo-lah nama pertama kali yang keluar dari mulutnya (Jokowi). Pak Kasmujo, yang turut hadir dalam acara tersebut diminta Presiden untuk maju ke panggung.<\/p>\n<p>&#8220;Yang pertama, saya sampaikan penghargaan setinggi-tinggiya kepada dosen pembimbing saya, Pak Kasmujo. Beliau itu, waktu membimbing saya, seingat saya galak sekali,&#8221; ujarnya membuka kenangan masa mahasiswa yang disambut tawa, saat memberikan kuliah umum di acara Dies Natalis ke-68 UGM, Selasa (19\/12).<\/p>\n<p>&#8220;Saya lupa berapa kali bolak-balik (bimbingan). Begitu maju, dibentak disuruh balik. Sekarang alhamdulillah, atas bimbingan Pak Kasmujo selesai skripsi saya,&#8221; kenangnya pula.<\/p>\n<p>Presiden kemudian bercerita, sama seperti rekan-rekan seangkatannya dulu, beliau ingin sekali bekerja di Perum Perhutani. Namun, saat itu beliau tidak berhasil diterima di sana. &#8220;Saya mendaftar tidak diterima, diterimanya jadi Presiden,&#8221; candanya yang membuat suasana semakin rame.<\/p>\n<p>Usai memberikan kuliah umum, Presiden Jokowi, bersilaturahmi dengan sejumlah dosen, alumni, dan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.<\/p>\n<p><strong>Majukan Perhutanan Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Kesempatan bertemu dengan rekan-rekan dan alumni yang bekerja di kehutanan, tak disia-siakan oleh Presiden. Dalam acara tersebut, Kepala Negara sekaligus menitipkan pesannya agar pengelolaan hutan di Indonesia dapat menjadi lebih baik.<\/p>\n<p>&#8220;Saya satu setengah tahun lalu bertemu dengan Raja Norwegia. Beliau cerita ke saya bahwa di Norwegia, kandungan tambang banyak sekali, tetapi justru yang dikembangkan adalah sektor kehutanan. Hanya dari situ mereka bisa hidup menjadi negara dengan pendapatan yang sangat tinggi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Presiden kemudian mencari tahu apa yang menyebabkan mereka bisa memperoleh pendapatan yang sangat tinggi hanya dari sektor perhutanan saja.<\/p>\n<p>&#8220;Saya melihat dari hulu hingga hilir dikerjakan secara detail, yang kita tidak melakukannya. Mulai dari penanaman, pemeliharaan, dan penebangan semua dikerjakan dengan manajemen yang sangat detail sekali,&#8221; ucap Presiden.<\/p>\n<p>Ia kemudian menyinggung soal anggaran besar yang dimiliki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Dari anggaran yang besar tersebut, menurutnya tidak ada yang membuahkan hasil berupa hutan jadi selain Hutan Wanagama (Yogyakarta) dan Hutan Getas-Ngandong (perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur).<\/p>\n<p>&#8220;Artinya apa? Sebenarnya kita bisa. Anggaran di LHK itu besar sekali. Jika tidak kita bangun hutan-hutan itu, nanti hutan konservasi habis. Kita bisa tetapi tidak mau mengerjakan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Presiden melanjutkan, bahwa saat berkunjung ke sejumlah wilayah Nusantara, ia menemukan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki lahan yang sangat subur. Namun, sayangnya, lahan-lahan tersebut ditelantarkan begitu saja.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus blak-blakan, yang paling penting ke depan harus diperbaiki,&#8221; kata Presiden. (ibr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co &#8211; Pak Kasmujo, demikian nama dosen pembimbing sekripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk mendapat gelar sarjana di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, puluhan tahun silam yang tidak bisa dilupakannya. Bahkan Saat dimintai kesan dan pesan untuk Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi, Kasmujo-lah nama pertama kali yang keluar dari mulutnya (Jokowi). Pak Kasmujo, yang turut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14947,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[4],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/12\/Dies-Natalis-UGM.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3T4","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14946"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14946"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14948,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14946\/revisions\/14948"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}