
{"id":15136,"date":"2017-12-23T21:33:25","date_gmt":"2017-12-23T14:33:25","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=15136"},"modified":"2017-12-23T21:33:46","modified_gmt":"2017-12-23T14:33:46","slug":"oknum-polisi-diduga-paksa-kontributor-tvri-hapus-dokumen-liputan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/oknum-polisi-diduga-paksa-kontributor-tvri-hapus-dokumen-liputan\/","title":{"rendered":"Oknum Polisi Diduga Paksa Kontributor TVRI Hapus Dokumen Liputan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATURAJA, fornews.co<\/strong> &#8211; Tindak kekerasan yang dilakukan aparat terhadap jurnalis masih terus terjadi. Kali ini oknum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), memaksa kontributor TVRI di daerah tersebut M Wiwin, untuk menghapus dokumen (video) liputannya, Sabtu (23\/12) dini hari tadi.<\/p>\n<p>Menurut M Wiwin, sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya mendapat informasi dari warga melalui telpon genggamnya adanya pembunuhan yang kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalnya, di kawasan Perumahan Niagarahil, Karang Sari Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, seorang sales yang ditemukan tewas bersimbah darah dengan mulut dilakban.<\/p>\n<p>Begitu Wiwin, mendokumentasika dengan kamera kecilnya, tiba-tiba seorang perwira pertama inisial Ipda C, menghalangi bahkan memaksa untuk menghapus dokumen video liputannya.<\/p>\n<p>&#8220;Kamu siapa?, kamu kalau wartawan konfirmasi dulu ya sama polisi,&#8221; tiru Wiwin seraya mengatakan, jika saat itu oknum perwira tersebut membentak dirinya dan merasa dipermalukan di hadapan warga sekitar.<\/p>\n<p>Lanjutnya, oknum tersebut juga menanyakan ada atau tidaknya wartawan yang meliout kasus pembunuhan selain korban (Wiwin). Bukan hanya itu, oknum polisi tersebut bahkan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil kamera yang dipegang oleh Wiwin saat itu.<\/p>\n<p>&#8220;Ada tiga oknum anggota polisi lainnya mendekati saya dan memegang tangan saya untuk mengambil kamera saya. Tapi tetap saya pertahankan karena kamera tersebut adalah aset saya. Kemudian, salah satu anggota mengintimidasi saya dengan mengatakan hapuslah gambar tersebut secara berulang-ulang,&#8221; sesalnya.<\/p>\n<p>Merasa terpojok, akhirnya Wiwin meninggalkan lokasi secara diam-diam dari polisi dan langsung mengamankan kameranya. &#8220;Saat saya sudah terpojok saya (meng-iyakan) perintah polisi tersebut, namun saat polisi lengah saya langsung lari dan mengamankan kamera saya,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Wiwin juga mengatakan, jika kasus ini akan dilanjutkan nya kejalur hukum. Tindakan aparat tersebut sambungnya telah mencederai semangat kebebasan pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.<\/p>\n<p>&#8220;Ini akan saya bawa ke jalur hukum, perkara diterima atau tidaknya laporan saya tetap akan saya bawa kasus ini jalur hukum, agar tidak ada lagi oknum-oknum seperti C, ini bertindak seenaknya saja,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, jika dirinya sudah mendapat laporan terkait insident tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah mendapat laporan tersebut, yang bersangkutan sudah saya panggil, tapi belum bisa menghadap saya, karena sedang bertugas di lapangkan mengejar pelaku kejahatan. Nanti ya biar tidak simpang siur,&#8221; pungkasnya. (gus)<\/p>\n<p><!--Clip_XXXX_171223_212645_041--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Tindak kekerasan yang dilakukan aparat terhadap jurnalis masih terus terjadi. Kali ini oknum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), memaksa kontributor TVRI di daerah tersebut M Wiwin, untuk menghapus dokumen (video) liputannya, Sabtu (23\/12) dini hari tadi. Menurut M Wiwin, sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya mendapat informasi dari warga melalui telpon genggamnya adanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15137,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[2],"tags":[9,68,28,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/12\/IMG-20171010-WA0006.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-3W8","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15136"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15136"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15139,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15136\/revisions\/15139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}