
{"id":15401,"date":"2017-12-28T17:50:44","date_gmt":"2017-12-28T10:50:44","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=15401"},"modified":"2017-12-28T17:50:44","modified_gmt":"2017-12-28T10:50:44","slug":"waspada-anak-indonesia-target-pedofil-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/waspada-anak-indonesia-target-pedofil-internasional\/","title":{"rendered":"Waspada! Anak Indonesia Target Pedofil Internasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 <em>End Child Prostitution Child Pornography &amp; Trafficking of Children<\/em> (ECPAT) mengungkapkan, jika anak Indonesia menjadi target pedofil internasional.<\/p>\n<p>Koordinator ECPAT Ahmad Sofian mengatakan para pelaku pedofilia (kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual) itu datang dari berbagai negara ke Indonesia, lewat jalur pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cDestinasi wisata di Indonesia sangat rawan menjadi target aksi pedofilia,\u201d tegas Sofian, yang dilansir Anadolu Agency, Kamis (28\/12).<\/p>\n<p>Tahun ini, Direktorat Jenderal Imigrasi mendeportasi 107 orang pedofil dari berbagai negara. Riset ECPAT terhadap 13 orang di antaranya itu menyimpulkan, mayoritas pelaku pedofil berasal dari Australia, sedang sisanya berasal dari Afrika Selatan dan Tiongkok.<\/p>\n<p>Riset itu juga menyimpulkan bahwa Bali, menjadi tujuan wisata utama para pedofil, dengan angka 92%. Sedang sisanya ke Manado. Meski begitu, ujar Sofian, tak semua wisatawan asing memiliki tujuan buruk di Indonesia. sebagian besar murni datang ke Indonesia untuk tujuan berwisata.<\/p>\n<p>\u201cPaling-paling 1% yang memiliki bad behavior itu, namun merusak citra seluruh wisatawan,\u201d ujar Sofian.<\/p>\n<p>Lebih jauh disampaikan Sofian, ECPAT menengarai lemahnya penegakkan hukum dan kemiskinan mengakibatkan Indonesia menjadi target pedofil internasional.<\/p>\n<p>Dari sederet kasus pedofilia sepanjang 2013-2017, kata Sofian, hanya sembilan kasus yang diputus di pengadilan. \u201cItu pun cuma di Bali,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan negara lain, ujar Sofian, di Australia misalnya, pedofil tak hanya diawasi keberadaan dan aktivitasnya, tapi juga memperoleh hukuman akumulatif.<\/p>\n<p>Tiap pelaku pedofilia di Australia, kata Sofian, memperoleh hukuman pidana 30 tahun. Angka itu menjadi dua kali lipat jika praktik pedofilia itu dilakukan terhadap dua orang anak.<\/p>\n<p>\u201cSementara kita menerapkan akumulasi terbatas, tak sampai berlipat. Ada Perppu kebiri dan hukuman mati pun tak mudah untuk dilaksanakan,\u201d kata Sofian.<\/p>\n<p>Semisalpun dipidana, ujar Sofian, pemerintah lebih dulu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar negara asal pelaku ketimbang menangkap langsung.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah masih ragu untuk mendindak, khawatir ini akan menciptakan reputasi buruk bagi destinasi wisata,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>ECPAT juga menyimpulkan, kemiskinan memicu suburnya praktik pedofilia. ECPAT menemukan ada banyak anak berkeliaran di destinasi wisata. Mereka berjualan bahkan mengemis di daerah wisata demi mencukupi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p>\u201cDalam etika pariwisata internasional, anak-anak tak diperkenankan berkeliaran di destinasi wisata tanpa dampingan orang tua,\u201d ucap Sofian.<\/p>\n<p>ECPAT juga menemukan, ada banyak jasa spa dan hotel yang menjadikan layanan prostitusi anak sebagai salah satu daya tarik. \u201cMereka menawarkan langsung layanan prostitusi anak itu kepada pelanggan hotel,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini mengatakan, Indonesia memiliki Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 30 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Lingkungan Pariwisata.<\/p>\n<p>Meski begitu, sambung Oneng, perlu koordinasi berbagai pihak untuk memberikan efek jera kepada pelaku pedofil. \u201cHarus meningkatkan koordinasi, ini pekerjaan rumah kita bersama,\u201d tukas Oneng. (AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 End Child Prostitution Child Pornography &amp; Trafficking of Children (ECPAT) mengungkapkan, jika anak Indonesia menjadi target pedofil internasional. Koordinator ECPAT Ahmad Sofian mengatakan para pelaku pedofilia (kelainan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai objek seksual) itu datang dari berbagai negara ke Indonesia, lewat jalur pariwisata. \u201cDestinasi wisata di Indonesia sangat rawan menjadi target [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15402,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,68,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/12\/Ilustrasi.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-40p","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15401"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15403,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15401\/revisions\/15403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}