
{"id":17035,"date":"2018-01-26T18:26:35","date_gmt":"2018-01-26T11:26:35","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=17035"},"modified":"2018-01-26T18:26:35","modified_gmt":"2018-01-26T11:26:35","slug":"teknologi-kegempaan-indonesia-tertinggal-20-tahun-dari-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/teknologi-kegempaan-indonesia-tertinggal-20-tahun-dari-jepang\/","title":{"rendered":"Teknologi Kegempaan, Indonesia Tertinggal 20 Tahun dari Jepang"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8211; Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan dalam teknologi pemantauan\u00a0kegempaan sekitar 20 tahun dengan Jepang.<\/p>\n<p>Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Indonesia hanya mempunyai alat sensor gempa dan tsunami sebanyak 170 unit, padahal luas wilayahnya hampir 6 juta kilometer persegi.<\/p>\n<p>Sedangkan Jepang, negara yang hanya seluas Provinsi Jawa Barat mempunyai 1.000 lebih alat sensor gempa dan tsunami.<\/p>\n<p>\u201cDi Indonesia timur, Indonesia belum rapat itu alatnya. Masyarakat di sana kan perlu dilindungi juga dari gempa,\u201d ujarnya di Jakarta, Jumat (26\/01) yang dilansir Anadolu Agency.<\/p>\n<p>Menurut Dwikorita, setiap tahun Indonesia rata-rata mengalami gempa lebih dari 2.000 kali, sebanyak 360 gempa di antaranya berkekuatan besar, lebih dari 5 Skala Richter (SR) artinya, Indonesia artinya mengalami gempa.<\/p>\n<p>Menurut Dwikorita, alat sensor gempa dan tsunami juga diperlukan pada infrastruktur, seperti jalan tol dan bendungan.<\/p>\n<p>Jalan tol di Indonesia, menurutnya banyak dibangun di zona gempa dan tsunami, seperti tol pantai barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa dan Trans Sulawesi.<\/p>\n<p>\u201cDi manapun di Indonesia kita sulit menghindari gempa. Yang penting itu ada gempa tapi tetap aman,\u201d tukasnya. (AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan dalam teknologi pemantauan\u00a0kegempaan sekitar 20 tahun dengan Jepang. Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Indonesia hanya mempunyai alat sensor gempa dan tsunami sebanyak 170 unit, padahal luas wilayahnya hampir 6 juta kilometer persegi. Sedangkan Jepang, negara yang hanya seluas Provinsi Jawa Barat mempunyai 1.000 lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17037,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/01\/Alat-deteksi-gempa-dan-tsunami.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-4qL","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17035"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17040,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17035\/revisions\/17040"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}