
{"id":18478,"date":"2018-02-28T18:51:01","date_gmt":"2018-02-28T11:51:01","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=18478"},"modified":"2018-05-01T12:46:53","modified_gmt":"2018-05-01T05:46:53","slug":"bkn-tegaskan-tak-ada-seleksi-cpns-honorer-k2-maupun-formasi-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bkn-tegaskan-tak-ada-seleksi-cpns-honorer-k2-maupun-formasi-umum\/","title":{"rendered":"BKN Tegaskan Tak ada Seleksi CPNS Honorer K2 maupun Formasi Umum"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi terkait pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Honorer K2 dan formasi umum.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan BKN M Ridwan, atas sejumlah pengaduan yang diterimanya, yang dikuti dari setkab.go.id Rabu (28\/02\/2018).<\/p>\n<p>Selain bentuk pengaduan, lanjut Ridwan, BKN juga menemukan bahwa aksi penipuan serupa diumumkan via\u00a0<em>website link<\/em>\u00a0yang mengatasnamakan pemerintah daerah tertentu.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu BKN perlu mengklarifikasi bahwa pelaksanaan seleksi tersebut merupakan aksi penipuan dan masyarakat diminta untuk waspada dengan oknum\/pihak yang mengadakan pelaksanaan seleksi secara ilegal,\u201d tegas Ridwan.<\/p>\n<p>Jika menemukan aksi serupa, Kepala Biro Humas BKN meminta masyarakat agar mengonfirmasi langsung ke BKN untuk menindaklanjutinya. Sebab hingga Selasa (27\/2), pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan apapun untuk pengangkatan Honorer K2 menjadi CPNS.<\/p>\n<p>\u201cBKN mengimbau masyarakat bahwa tidak ada pihak manapun yang bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS baik melalui formasi umum maupun Honorer K2 tanpa seleksi resmi yang dilakukan pemerintah,\u201d imbaunya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_18480\" aria-describedby=\"caption-attachment-18480\" style=\"width: 656px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-18480 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/02\/contoh.jpg\" alt=\"\" width=\"656\" height=\"958\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/02\/contoh.jpg 656w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/02\/contoh-205x300.jpg 205w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/02\/contoh-288x420.jpg 288w\" sizes=\"(max-width: 656px) 100vw, 656px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-18480\" class=\"wp-caption-text\">Contoh surat palsu pengangkatan CPNS (Humas BKN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lebih lanjut, ia menginformasikan bahwa regulasi yang mengatur pengangkatan Honorer telah berakhir melalui Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 dan Surat Kepala BKN Nomor D 26-30\/V 224-1\/99 tentang Batas Waktu Pengusulan Berkas Penetapan NIP CPNS dari Tenaga Honorer Kategori II Tahun Anggaran 2013 dan Tahun Anggaran 2014.<\/p>\n<p>\u201cPerihal isu penerimaan CPNS 2018, BKN melalui siaran pers 10 Januari 2018 telah menyampaikan ke publik bahwa pemerintah belum mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS tahun anggaran 2018 secara resmi,\u201d sambung Ridwan.<\/p>\n<p>Sebagai informasi tambahan, rencana kebijakan pengadaan CPNS 2018 masih dalam tahap penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS sesuai prioritas kebutuhan instansi masing-masing, yang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS ayat (1) dan (2).<\/p>\n<p>\u201cSelanjutnya kalkulasi kebutuhan tersebut diserahkan ke BKN dan KemenPANRB,\u201d pungkas Ridwan. (ibr)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi terkait pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Honorer K2 dan formasi umum. Demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan BKN M Ridwan, atas sejumlah pengaduan yang diterimanya, yang dikuti dari setkab.go.id Rabu (28\/02\/2018). Selain bentuk pengaduan, lanjut Ridwan, BKN juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,75],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/02\/CPNS.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-4O2","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18478"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18481,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18478\/revisions\/18481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}