
{"id":19215,"date":"2018-03-17T20:04:47","date_gmt":"2018-03-17T13:04:47","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=19215"},"modified":"2018-05-01T13:49:32","modified_gmt":"2018-05-01T06:49:32","slug":"medco-tak-koordinasi-ke-pemkab-beni-kalau-mau-mudah-kita-turuti-kemauan-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/medco-tak-koordinasi-ke-pemkab-beni-kalau-mau-mudah-kita-turuti-kemauan-warga\/","title":{"rendered":"Medco Tak Koordinasi ke Pemkab, Beni : Kalau Mau Mudah Kita Turuti Kemauan Warga"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co- Pemkab Musi Banyuasin (Muba) akan melakukan pengecekan terhadap kebenarannya isu lingkungan yang dikhawatirkan masyarakat, terkait penolakan dan pemblokiran oleh warga Desa Danau Cala, Kecamatan Lais, perihal pemasangan jalur pipa minyak milik PT Medco E&amp;P Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau mau mudah kita turuti kemauan warga. Tapi tidak juga semudah itu, tentunya kita juga harus cek terlebih dulu kebenarannya, terhadap isu lingkungan yang dikhawatirkan masyarakat. Bila perlu, nanti saya akan turun ke lapangan dan kita carikan jalan keluarnnya. Apalagi, sebelumnya permasalahan ini sudah di mediasi oleh satgas P2KA,&#8221; ujar Beni, saat memfasilitasi rapat lanjutan bersama pihak PT Medco, di Mess Perwakilan Kabupaten Muba Palembang, Sabtu (17\/03).<\/p>\n<p>Beni menerangkan, pada dasarnya PT Medco E &amp; P Indonesia kurang koordinasi dengan pemerintah daerah, dan pemerintah di bawah, seperti kepala desa (kades). Karena, jangan langsung mengambil keputusan sendiri, harus lapor secara bertahap, ke camat hingga lapor ke Bupati, itu baru birokrasi yang benar.<\/p>\n<p>&#8220;Terkadang kami di kabupaten tidak mengetahui. Setelah terjadi berbenturan dengan masyarakat, baru kami diberitahu. Tapi sudahlah barang sudah terjadi, kesimpulan hari ini kami akan buat tim yang multi pihak, untuk mensosialisasikan hal tersebut. Kalau di kordinasikan secara benar saya rasa bisa jalan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dari rapat tersebut, disimpulkan solusi yang di tawarkan berupa revitalisasi jalur awal diberi kompensasi, revitalisasi sawah 1.200 hektar, sosialiasi dan pendekatan dengan masyarakat, sosialisasi bersama dan penerapan sanksi adminiatratif terhadap perizinan PT Medco E&amp;P Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cNantinya Pemkab Muba akan bentuk tim yang multi pihak, dan kegiatan PT Medco E &amp; P Indonesia untuk sementara dihentikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara, General Maneger PT Medco E &amp; P Indonesia, Herman Fauzi mengapresiasi, atas kebijakan Pemkab Muba telah memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat Desa Danau Cala tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Proyek tersebut sudah berjalan 90 persen, kami berharap tidak ada perubahan. Karena, apabila harus di pindahkan maka akan di perlukan biaya lebih. Mari kita cari bersama jalan keluarnya, kami juga belum tahu letak kekhawatiran masayarakat. Sebab pipa yang kami tanam itu tertamam satu meter dalam tanah, kami juga menawarkan solusi dan siap merevitalisasi sawah warga yang terkena dampak dan tata kelola air,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pada rapat mediasi sebelumnya, perwakilan masyarakat Danau Cala menyampaikan, penolakan terhadap pemasangan pipa milik PT Medco E&amp;P Indonesia itu, lantaran sebanyak 1.200 hektar lebih lahan persawahan warga tidak bisa berfungsi, akibat adanya pembangunan jalan penutup pipa. Jadi sistem irigasi dan aliran air tidak berfungsi. Oleh karena itu masyarakat meminta kepada PT Medco E&amp;P Indonesia agar pipa tersebut di kembalikan ke posisi semula. (tul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co- Pemkab Musi Banyuasin (Muba) akan melakukan pengecekan terhadap kebenarannya isu lingkungan yang dikhawatirkan masyarakat, terkait penolakan dan pemblokiran oleh warga Desa Danau Cala, Kecamatan Lais, perihal pemasangan jalur pipa minyak milik PT Medco E&amp;P Indonesia. &#8220;Kalau mau mudah kita turuti kemauan warga. Tapi tidak juga semudah itu, tentunya kita juga harus cek terlebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19216,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/03\/IMG-20180317-WA0012.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-4ZV","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19215"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19217,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19215\/revisions\/19217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}