
{"id":19559,"date":"2018-03-27T19:07:18","date_gmt":"2018-03-27T12:07:18","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=19559"},"modified":"2018-05-01T13:54:18","modified_gmt":"2018-05-01T06:54:18","slug":"kapolres-oku-akan-tindak-pembuat-dan-penyebar-berita-hoax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kapolres-oku-akan-tindak-pembuat-dan-penyebar-berita-hoax\/","title":{"rendered":"Kapolres OKU Akan Tindak Pembuat dan Penyebar Berita Hoax"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATURAJA, fornews.co<\/strong> &#8211; Kepala Kepolisian (Kapolres) OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari menegaskan, akan menindak pembuat dan penyebar berita <em>hoax<\/em> (bohong).<\/p>\n<p>&#8220;Jadi jangan macam-macam, baik itu yang posting atau bahkan yang membagikan mengenai berita hoax akan kita tindak,&#8221; tegas Kapolres, Selasa (27\/03\/2018).<\/p>\n<p>Widayana menambahkan, hukuman bagi para pelaku penyebar berita <em>hoax<\/em> itu bisa sampai 6 tahun penjara ancamannya. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang, bermedia sosial dengan hal-hal positif.<\/p>\n<p>&#8220;Cukuplah di daerah luar sana yang banyak ditemukan berita <em>hoax<\/em> di Medsos. Jangan sampai orang OKU, jadi contoh barang berikutnya, masuk penjara karena menyebar berita tidak benar atau sengaja memecah belah persatuan khususnya di OKU,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati OKU, H Kuryana Azis mengatakan, informasi hoax yang beredar di Medsos akan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, masyarakat diminta untuk harus berhati-hati dalam menerima informasi yang belum tentu kebenarannya.<\/p>\n<p>Di samping itu, Bupati mengajak semua elemen masyarakat di daerah ini untuk memerangi informasi bohong atau <em>hoax<\/em> yang berisi tentang ujaran kebencian, SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) dan lainnya.<\/p>\n<p>\u201cHoax itu sangat berbahaya karena akan memunculkan fitnah dan memecah belah kesatuan. Karenanya, mari bersama-sama perangi informasi <em>hoax<\/em>,\u201d serunya.<\/p>\n<p>Di era sekarang, diakui Kuryana bahwa hoax banyak disebarkan melalui teknologi elektronik yang sangat canggih. Oleh karena itu, sebagai penerima informasi sudah selayaknya mengecek dan konfirmasi dulu mengenai kebenarannya. \u201cKita dituntut untuk bijak berkomunikasi dan mengkonsumsi informasi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Perang terhadap <em>hoax<\/em>, lanjut Kuryana, merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder. Baik itu dari tingkat pusat hingga ke daerah. Dan <em>hoax<\/em> sendiri memang menjadi tantangan bagi pemerintah. Apalagi saat ini, informasi <em>hoax<\/em> sudah sangat meresahkan.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengajak ulama, umaro, ASN, masyarakat dan seluruh instansi bersama-sama memerangi <em>hoax<\/em>,\u201d pinta dia.<\/p>\n<p>Terhadap pelaku penyebar hoax, orang nomor satu di bumi sebimbing sekundang itu meminta pihak terkait untuk menghukum seadil-adilnya. Dengan begitu, tidak ada oknum yang seenaknya menyebarkan informasi <em>hoax<\/em> melalui medsos.<\/p>\n<p>\u201cKita dukung aparat penegak hukum \u00a0untuk menghukum dengan seadil-adilnya para penyebar <em>hoax<\/em> yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan di republik ini,\u201d tandas Kuryana. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Kepala Kepolisian (Kapolres) OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari menegaskan, akan menindak pembuat dan penyebar berita hoax (bohong). &#8220;Jadi jangan macam-macam, baik itu yang posting atau bahkan yang membagikan mengenai berita hoax akan kita tindak,&#8221; tegas Kapolres, Selasa (27\/03\/2018). Widayana menambahkan, hukuman bagi para pelaku penyebar berita hoax itu bisa sampai 6 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19560,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[2],"tags":[468,9,28,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/03\/IMG-20180327-WA0057.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-55t","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19559"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19561,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19559\/revisions\/19561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}