
{"id":20056,"date":"2018-04-12T15:34:50","date_gmt":"2018-04-12T08:34:50","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=20056"},"modified":"2018-05-01T14:57:15","modified_gmt":"2018-05-01T07:57:15","slug":"inasgoc-tak-larang-pkl-dan-umkm-berjualan-selama-itu-produk-sponsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/inasgoc-tak-larang-pkl-dan-umkm-berjualan-selama-itu-produk-sponsor\/","title":{"rendered":"INASGOC Tak Larang PKL dan UMKM Berjualan Selama Itu Produk Sponsor"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Polemik seputar larangan berjualan bagi UMKM dan PKL di venue Asian Games 2018 dijawab pihak INASGOC. Secara tegas INASGOC menyatakan tak pernah melarang UMKM dan PKL berjualan selama memenuhi aturan yang berlaku.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPerlu diingat, INASGOC tidak melarang PKL berjualan. Hanya saja yang dilarang itu menjual produk kompetitor sponsor kita,\u201d kata Director Revenue INASGOC Hasani Abdulgani di Palembang, Rabu (11\/4).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Hasani, aturan itu berlaku sebagai perlindungan terhadap hak para pihak yang telah menjadi sponsor event akbar ini. Sebab, pihak-pihak sponsor telah mengeluarkan kontribusi yang tidak sedikit untuk mensukseskan event ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSaya gak boleh bocorin nilai kontrak <em>sponsorship<\/em>, tapi untuk diketahui jumlah minimum untuk jadi sponsor ya kisaran USD1 juta. Maka dari itu, masak mereka sudah keluar biaya besar tapi produk yang beredar di venue adalah punya kompetitor. Disinilah salah satu peran INASGOC menjaga hak-hak para sponsor ini,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain persoalan produk sponsor, Hasani juga menyoroti geliat usaha <em>merchandhise<\/em> yang selama ini menggunakan logo Asian Games 2018 secara bebas. Padahal logo tersebut telah didaftarkan ke Ditjen HKI Kemenkumham RI. Sehingga segala bentuk penggunaannya untuk tujuan komersil harus memperoleh izin dari pemilik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cEnak tidak enak namanya aturan harus ditegakkan. Jadi dimanapun berjualan, seharusnya tidak boleh menggunakan logo Asian Games 2018. Kalau UMKM atau PKL mau berjualan produk tentang Asian Games di area stadion maka ada aturan lagi, mengurus izin (ke INASGOC),\u201d terangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Hasani, selain logo, penggunaan kata Asian Games maupun apapun terkait itu juga tidak diperbolehkan. Oleh karenanya, untuk para perajin oleh-oleh diimbau untuk tidak lagi menggunakan logo maupun hal terkait Asian Games kalau tidak mengurus izin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKan tetap bisa bikin kaos lambang Jembatan Ampera, BKB, atau tempat-tempat khas lainnya di Palembang. Karena untuk souvenir para wisatawan juga tertarik dengan produk lokal,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai bentuk pengawasan, lanjut Hasani, INASGOC membentuk Satgas Khusus terkait merek ini. Nantinya Satgas akan menyisir para PKL dan UMKM yang masih menjual produk dengan logo-logo yang dilarang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cPolisi sifatnya bukan <em>action<\/em> (memproses hukum) tapi menunggu laporan. Laporan tentunya datang dari INASGOC melalui Satgas yang juga gabung dengan unsur kepolisian. Makanya daripada nanti terjaring mendingan urus izin atau disimpan barangnya,\u201d tukas Hasani. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Polemik seputar larangan berjualan bagi UMKM dan PKL di venue Asian Games 2018 dijawab pihak INASGOC. Secara tegas INASGOC menyatakan tak pernah melarang UMKM dan PKL berjualan selama memenuhi aturan yang berlaku. \u201cPerlu diingat, INASGOC tidak melarang PKL berjualan. Hanya saja yang dilarang itu menjual produk kompetitor sponsor kita,\u201d kata Director Revenue [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":20057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[12],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/04\/IMG_20180412_173610.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5du","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20056"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20058,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20056\/revisions\/20058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}