
{"id":20995,"date":"2018-05-14T14:43:44","date_gmt":"2018-05-14T07:43:44","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=20995"},"modified":"2018-06-04T21:24:08","modified_gmt":"2018-06-04T14:24:08","slug":"antisipasi-teror-polres-oku-periksa-pengunjung-dengan-jarak-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/antisipasi-teror-polres-oku-periksa-pengunjung-dengan-jarak-aman\/","title":{"rendered":"Antisipasi Teror, Polres OKU Periksa Pengunjung dengan Jarak Aman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>BATURAJA, fornews.co<\/strong> &#8211; Serangan bom beruntun yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13\/5) dan Senin (14\/5), membuat seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Imbasnya, pengunjung yang punya keperluan ke markas kepolisian harus menjalani pemeriksaaan ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari mengatakan, usai serangkaian aksi bom di Surabaya dan terbaru Senin (14\/5) pagi menyasar Mapolrestabes Surabaya, pihaknya melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, meningkatkan pengamanan Mako dengan cara penebalan petugas jaga. Kedua, setiap warga yang ingin berurusan di Polres OKU, harus memarkirkan motor di seberang jalan. Pintu gerbang masuk Polres OKU ditutup dan diberi pembatas sekitar 10 meter.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Pembatas tersebut digunakan untuk memeriksa tas atau barang bawaan warga. Jadi setiap masyarakat yang akan masuk kita setop di tempat yang telah ditentukan dengan jarak 10 meter sebelum masuk ke gerbang polres. Disana, warga laki-laki harus membuka setengah pakaiannya dan tas harus dibuka total,&#8221; katanya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kemudian setelah dirasa aman, baru orang tersebut bisa masuk ke Mapolres OKU. Tidak hanya itu, Polres OKU juga meningkatkan deteksi dini intelijen, untuk antisipasi adanya kelompok teroris di wilayah OKU.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Saya juga sudah instruksikan Bhabinkamtibmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak bergaul atau komunikasi dengan terduga teroris dan bersama-sama memerangi teroris. Kita juga meningkatkan patroli bersinergi dengan TNI dan unsur keamanan lainnya. Kita juga memberikan kepada seluruh anggota pada saat pelaksanaan tugas diluar komando minimal 2 orang dengan dilengkapi senjata dan bodypack,&#8221; jelasnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tidak hanya pengamanan Mapolres, lanjut Kapolres, pihaknya juga meningkatkan pengamanan terhadap tempat-tempat ibadah baik masjid, gereja, wihara, pura terutama pada saat umat melaksanakan ibadah akan diberikan pengamanan yang ekstra.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&#8220;Kami imbau kepada masyarakat, harus peduli lingkungan dengan kegiatan-kegiatan masyarakat yang mencurigakan yang berindikasi radikalisme dan terorisme. Sama-sama kita melakukan pencegahan mulai dari keluarga tetangga dan lingkungan. Termasuk para ulama dan tokoh masyarakat,&#8221; jelasnya. (gus)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Serangan bom beruntun yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13\/5) dan Senin (14\/5), membuat seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Imbasnya, pengunjung yang punya keperluan ke markas kepolisian harus menjalani pemeriksaaan ketat. Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari mengatakan, usai serangkaian aksi bom di Surabaya dan terbaru Senin (14\/5) pagi menyasar Mapolrestabes Surabaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":20996,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/05\/IMG-20180514-WA0016.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5sD","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20995"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20997,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20995\/revisions\/20997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}