
{"id":21183,"date":"2018-05-19T23:05:58","date_gmt":"2018-05-19T16:05:58","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=21183"},"modified":"2018-06-04T21:30:02","modified_gmt":"2018-06-04T14:30:02","slug":"istri-dan-anak-ys-terduga-teroris-pilih-mengurung-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/istri-dan-anak-ys-terduga-teroris-pilih-mengurung-diri\/","title":{"rendered":"Istri dan Anak YS Terduga Teroris Pilih Mengurung Diri"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATURAJA, fornews.co &#8211; Rumah <\/strong>sederhana\u00a0berukuran kurang lebih 6&#215;9 meter persegi tampak belum rampung 100% dibangun. Tampak susunan batako terlihat di bagian samping rumah, yang belum poles semen. Daun pintu dan jendela juga masih ala kadarnya.<\/p>\n<p>Di rumah dengan beratap seng inilah, YS (terduga teroris) yang kini diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, membina rumah tangga bersama DW (istri YS) dan membesarkan anak semata wayangnya yang baru berusia 4 tahun lebih.<\/p>\n<p>Pasca penangkapan sang suami, warga Desa Markisa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang keseharian berjualan manisan tersebut pilih mengurung diri. Dalam benaknya bercampur aduk, dan yang dia tahu suaminya seorang imam yang baik. Bahkan ibu muda ini masih tidak memgerti kesalahan suami hingga harus dijemput paksa polisi (Densus 88).<\/p>\n<p>&#8220;Kejadian begitu cepat, bahkan hal itu terjadi di hadapan anak saya. Anak saya sempat histeris dan menjerit memanggil ayahnya yang dibawa. Dia shock dan trauma,&#8221; ujar DW, saat disambangi di rumahnya Sabtu (19\/05).<\/p>\n<p>Dalam argumennya, DW yang menaruh kekecewaan di benaknya tersebut, ingin mendapat jawaban pasti kesalahan yang telah dilakukan imam rumah tangganya (YS). Meski pertanyaan sempat dilontarkan, namun tidak mendapatkan jawaban.<\/p>\n<p>Ia juga bersikukuh, jika suaminya tidak terlibat kejahatan apapun terlebih yang disangkakan. Karena di matanya, keseharian suaminya hanya sebagai penyadap karet dan sepulang menyadap sering membantunya berjualan.<\/p>\n<p>&#8220;Jika memang suami saya terlibat dengan kakaknya yang telah ditangkap kenapa tidak dari dulu. Kami dan suami saya tidak tahu apa-apa, bahkan suami saya tidak tahu,&#8221; eluhnya.<\/p>\n<p>Disinggung apakah sang suaminya pernah bercerita sesuatu atau pergi untuk waktu lama, DW mengatakan bahwa suaminya selama ini tidak pernah meninggalkan dirinya dalam waktu lama. &#8220;Kalaupun keluar desa, hanya untuk ke pasar membeli kebutuhan rumah tangga dan belanja untuk jualan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>DW berharap, suaminya segera dibebaskan, sebab menurutnya suaminya tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa. &#8220;Jika memang tidak bersalah mohon dikembalikan dalam keadaan selamat,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu warga yang kerap melaksanan ibadah sholat di mushola disebelah rumah YS mengatakan, YS bersikap biasa dan berbaur dengan masyarakat, bahkan untuk urusan agama pun ia tampak biasa.<\/p>\n<p>&#8220;YS ini kalau agama biasa saja, waktu sholat ya sholat, kadang malah kalau untuk soal mengaji Al-quran YN kerap belajar sama saya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Diungkapkan warga tersebut mushola didekat rumah YS merupakan tempat ibadah yang dibangun secara swadaya. Menurut warga, tanah tempat mushola dibangun merupakam tanah YS yang diwakafkannya.<\/p>\n<p>&#8220;Rumah dan tanah mushola ini merupakan peninggalan orang tua YS. Menurut YS, tanah ini dibangun mushola agar amal ibadahnya bisa mengalir ke orang tuanya yang telah lama meninggal,&#8221; tandasnya. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, fornews.co &#8211; Rumah sederhana\u00a0berukuran kurang lebih 6&#215;9 meter persegi tampak belum rampung 100% dibangun. Tampak susunan batako terlihat di bagian samping rumah, yang belum poles semen. Daun pintu dan jendela juga masih ala kadarnya. Di rumah dengan beratap seng inilah, YS (terduga teroris) yang kini diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, membina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":21184,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[9,68,28,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/05\/IMG-20180519-WA0065.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5vF","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21183"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21183"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21185,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21183\/revisions\/21185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}