
{"id":21284,"date":"2018-05-23T00:07:48","date_gmt":"2018-05-22T17:07:48","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=21284"},"modified":"2018-06-04T21:36:34","modified_gmt":"2018-06-04T14:36:34","slug":"bermain-bagus-di-babak-pertama-mental-pemain-psis-terpukul-gol-mudah-sriwijaya-fc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/bermain-bagus-di-babak-pertama-mental-pemain-psis-terpukul-gol-mudah-sriwijaya-fc\/","title":{"rendered":"Bermain Bagus di Babak Pertama, Mental Pemain PSIS Terpukul Gol Mudah Sriwijaya FC"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Sukses mengimbangi permainan Sriwijaya FC di 45 menit pertama, namun pertahanan PSIS Semarang kacau balau di babak kedua. Alhasil, 4 gol berhasil disarangkan Hamka Hamzah dkk ke gawang PSIS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKami bermain bagus di babak pertama, pertahanan disiplin dan atraktif. Bahkan counter attack di babak pertama berjalan sesuai strategi dan ada tiga peluang tapi gagal cetak gol,\u201d ujar Pelatih PSIS Semarang Vincenzo Alberto Annese membuka komentar pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">post match<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400\">conference<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (22\/05) malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun Annese cukup kebingungan karena permainan apik PSIS di babak pertama itu hilang entah kemana ketika pertandingan masuk paruh kedua. Bahkan gol pertama SFC disebut Annese berawal dari kesalahan pemainnya mengantisipasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">counter attack <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">SFC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cGol pertama sangat mudah bagi SFC. Mulai dari gol itu psikologis pemain saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">down. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Bahkan gol-gol selanjutnya datang begitu mudah dan seakan tak ada reaksi dari pemain saya untuk menghentikannya. Saya rasa ke depan perlu pembenahan di sentral pertahanan,\u201d tutur pelatih asal Italia ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bukan hanya menyoroti lini pertahanan timnya, Annese juga menilai lini depannya tidak bermain efektif di laga tadi. Sebab meski minim, PSIS juga memiliki peluang yang mengancam gawang Teja Paku Alam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKami juga punya peluang mencetak gol tapi tidak punya pemain yang bisa menjadi pembeda. Kami juga hanya bermain bola panjang dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crossing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tapi SFC punya pemain tinggi untuk menghalau,\u201d tukas Annese.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Senada disampaikan Kapten PSIS Semarang, Haudi Abdullah. Menurutnya, sepanjang babak pertama tim bermain bagus sesuai instruksi pelatih. Namun kecolongan gol di menit-menit awal babak kedua, mempengaruhi mental pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201c(mental bertanding) ini sering menjadi masalah kita. Sebenarnya dari 10 pertandingan, adaptasi dengan pelatih bagus, semua bagus, hanya saja memang tidak mudah bagi tim yang baru promosi untuk bersaing di Liga 1. Tapi saya ucapkan terima kasih buat pendukung kami yang jauh-jauh datang untuk memberi dukungan langsung. Saya dan pemain lainnya berharap terus dukungan suporter, ini suatu proses, Liga 1 tidak mudah, tapi kami yakin bisa lebih baik,\u201d ucap Haudi. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sukses mengimbangi permainan Sriwijaya FC di 45 menit pertama, namun pertahanan PSIS Semarang kacau balau di babak kedua. Alhasil, 4 gol berhasil disarangkan Hamka Hamzah dkk ke gawang PSIS. \u201cKami bermain bagus di babak pertama, pertahanan disiplin dan atraktif. Bahkan counter attack di babak pertama berjalan sesuai strategi dan ada tiga peluang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":21285,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[13],"tags":[3679,3951],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/05\/IMG_20180523_012410.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5xi","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21284"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21286,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21284\/revisions\/21286"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}