
{"id":22474,"date":"2018-07-02T17:35:52","date_gmt":"2018-07-02T10:35:52","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=22474"},"modified":"2018-07-02T17:35:52","modified_gmt":"2018-07-02T10:35:52","slug":"puluhan-sopir-angkot-angdes-datangi-kantor-dprd-ini-jawaban-kadishub-oku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/puluhan-sopir-angkot-angdes-datangi-kantor-dprd-ini-jawaban-kadishub-oku\/","title":{"rendered":"Puluhan Sopir Angkot \u2013 Angdes Datangi Kantor DPRD, Ini Jawaban Kadishub OKU"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATURAJA, Fornews.co<\/strong> &#8211; Puluhan sopir angkutan desa\/kota (angkot) dari daerah Semidang Aji, Spancar dan Pengandonan, mendatangi kantor DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) Senin (02\/06), menuntut untuk menghapuskan transportasi umum ojek dan bentor.<\/p>\n<p>Keinginan dihapuskannya ojek dan bentor oleh para sopir angkot tersebut, berawal dari ditertibkanya sopir angkot yang <em>ngetem<\/em> di kawasan Pasar Pucuk Baturaja. Padahal, para sopir angkot dan pihak Dishub OKU telah sepakat, jika setiap harinya sopir angkot boleh ngetem di kawasan Jl Akmal Pasar Pucuk. Namun, hanya kenyataannya hanya diperbolehkan dua unit angkot saja <em>ngetem<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah seminggu ini kesepakatan antara sopir angkot dan Dishub berubah. Biasanya boleh ngetem sekarang diusir harus masuk ke terminal tipe C,&#8221; ujar Mulyadi, Koordinator Aksi penghapusan bentor dan ojek, di sela-sela aksi di Kantor DPRD OKU, Senin (02\/07).<\/p>\n<p>Menanggapi aksi dari sopir angkot tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) OKU, Aminelson menerangkan, pihaknya sudah memberikan dua solusi, apakah masuk ke terminal tipe C atau masuk ke terminal tipe A.<\/p>\n<p>&#8220;Kita kan sudah sepakat satu titik, satu kendaraan. Dengan catatan, seluruhnya masuk ke terminal tipe C. Tapi kesepakatan itu dicederai sendiri oleh sopir angkot yang melanggar kesepakatan dengan satu titik lebih dari satu kendaraan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Aminelson mengatakan, Dishub berkomitmen akan memgembalikan fungsi terminal seperti semula, yakni tempat turun naiknya masyarakat dari segala macam transportasi angkutan umum. &#8220;Sudah dua tahun ini hanya jadi wacana, sekarang kita akan mulai menerapkan hal tersebut, agar OKU ini rapi tidak semerawut dibagikan transportasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menghapuskan jasa transportasi ojek dan bentor, karena mengacu pada sisi kemanusiaan. &#8220;Tukang ojek dan bentor sama dengan kalian, cari makan,&#8221; tukasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Anggota DPRD OKU, Yopi Sahrudin yang menumui massa aksi menjelaskan, bahwa tidak bisa seenaknya saja menghapuskan ojek dan bentor, semua ada prosedur yang harus dilewati.<\/p>\n<p>Kemudian, Yopi juga meminta kepada Kadishub, agar setiap membuat kebijakan seperti seluruh angkutan desa dan kecamatan\u00a0 masuk terminal tipe C, harus dibarengi dengan kelengkapan fasilitas, seperti warung makan toilet dan hal-hal yang berkaitan.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian berlakukan sosialisasi kepada masyarakat, kasih tahu warga jika sekarang angkot ngetemnya di terminal tipe C. Jika tetap seperti ini masyarakat akan tetap nunggu angkot ditempat biasa. Lalu kita perjelas dulu, trayek antara angkutan desa, kecamatan dan lain-lain biar masalah ini lebih jelas dan menemui titik terang,&#8221; tandasnya. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATURAJA, Fornews.co &#8211; Puluhan sopir angkutan desa\/kota (angkot) dari daerah Semidang Aji, Spancar dan Pengandonan, mendatangi kantor DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) Senin (02\/06), menuntut untuk menghapuskan transportasi umum ojek dan bentor. Keinginan dihapuskannya ojek dan bentor oleh para sopir angkot tersebut, berawal dari ditertibkanya sopir angkot yang ngetem di kawasan Pasar Pucuk Baturaja. Padahal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22475,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/07\/aksi-angkot.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5Qu","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22474"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22476,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22474\/revisions\/22476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}