
{"id":22670,"date":"2018-07-09T21:53:12","date_gmt":"2018-07-09T14:53:12","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=22670"},"modified":"2018-08-01T17:25:15","modified_gmt":"2018-08-01T10:25:15","slug":"performa-favorit-diluar-habit-kuda-hitam-bisa-genggam-piala-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/performa-favorit-diluar-habit-kuda-hitam-bisa-genggam-piala-dunia\/","title":{"rendered":"Performa Favorit Diluar Habit, Kuda Hitam Bisa Genggam Piala Dunia\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><em>Oleh : Sidratul Muntaha (jurnalis olahraga dan pemerhati sepakbola)\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>B<\/strong>eberapa hari jelang\u00a0<em>kick off\u00a0<\/em>pertama putaran Piala Dunia 2018 di gelar di Russia, sebagian besar penghuni Planet Bumi ini menempatkan prediksi mereka pada tim-tim favorit. Brazil, Jerman, Argentina, Spanyol adalah empat kandidat yang dinilai paling dominan di favoritkan.<\/p>\n<p>Tapi tidak sedikit juga yang menempatkan Protugal, Perancis dan Inggris sebagai tim favorit alternatif. Berbeda dengan keberadaan Belgia dan Kroasia yang masih dihitung sebagai penghuni Kuda Hitam pada setiap perhelatan even sepakbola terakbar di muka bumi ini.<\/p>\n<p>Nah, berkaca dari sejumlah negara yang sudah tersekat-sekat dalam tim favorit tersebut, rumah-rumah perjudian pun mengambil analisa yang sama dari berbagai sumber. Tapi, semua mendadak berubah, ketika pertandingan di setiap grup mulai dilaksanakan.<\/p>\n<p>Memang, publik dunia belum begitu terhenyak ketika pada partai pembuka 14 Juni lalu di Luzhniki Stadium, Moskow, tuan rumah Russia membenamkan Saudi Arabia dengan skor mencolok 5-0.<\/p>\n<p>Namun, setelah itu barulah muncul kejutan-kejutan khas Piala Dunia yang sebenarnya. Mulai dari hasil imbang Protugal vs Spanyol di Grup B, berlanjut pada gagahnya Islandia menahan Argentina di Grup D.\u00a0\u00a0Kemudian giliran Brazil, yang dipaksa imbang oleh Swiss di Grup E, serta Meksiko yang mempermalukan sang juara bertahan Jerman pada Grup F. Berbeda dengan Perancis, Inggris dan Belgia termasuk Kroasia, yang bernasib lebih bagus dari tim favorit, karena mereka bermain seolah tanpa beban.<\/p>\n<p>Ternyata, kutukan bagi juara bertahan pada Piala Dunia masih tetap ada. Jerman sang negara adidaya dalam sepakbola, harus membereskan semua barang di hotel mereka, pascadipermalukan Korea Selatan (Korsel) 0-2, pada laga penutup fase Grup F, hingga harus meninggalkan Russia dengan poin tiga, dari satu kali menang atas Swedia.<\/p>\n<p>Ternyatanya lagi, apa yang terjadi pada Jerman, juga diikuti tim favorit lain. Spanyol, walau lolos dari fase grup, tapi disingkirkan Russia lewat drama adu pinalti 3-4 di babak 16 besar. Setali tiga uang dengan Portugal yang kalahkan Uruguay 1-2, juga di fase 16 besar. Brazil memang sempat melenggang ke perempat final, setelah mengkandaskan Meksiko 2-1. Namun, itu kemenangan terakhir bagi tim Samba di Russia. Karena, saat menghadapi sang kuda hitam, Belgia di Perempat Final, di Kazan Stadium, Neymar dkk justru ditekuk Belgia dengan skor 1-2. Sisanya, hanya Perancis, Belgia, Kroasia dan Inggris di babak empat besar.<\/p>\n<p>Hasil pada Piala Dunia 2018 ini benar-benar jauh dari perkiraan sebelumnya. Why Germany?. Ada apa dengan Messi dan Argentina. Piala Dunia 2018 akhir dari masa Tiki-Taka Spanyol. Juara Eropa 2016 Portugal tersisih, bagaimana dengan Ronaldo?. Dari sinilah muncul pertanyaan dan analisa-analisa baru tentang peta sepakbola dunia.<\/p>\n<p>Seandainya performa sang favorit seperti layaknya mereka bermain, tentu hasil di Russia akan berbeda. Tapi faktanya, rumput hijau Russia memaksa para bintang dunia ini bermain diluar habit (kebiasaan) yang mereka lakukan. Lihat saja, Jerman bak kehilangan keakurasian\u00a0<em>passing<\/em>, <em>miss comunication,\u00a0<\/em>kerap kali muncul salah paham antar pemain, seolah belum memiliki\u00a0<em>cemistry<\/em>. Kondisi itu sangat kontras ketika\u00a0<em>Der Vanzer\u00a0<\/em>menjalani kampanye selama babak kualifikasi.<\/p>\n<p>Lihat Argentina, mereka kehilangan irama khas\u00a0<em>Tango<\/em>\u00a0yang dinanti-nanti fans dan dunia, lantaran dominasi Messi yang melebihi tuah negaranya. Peran pilar-pilar Argentina meredup, akibat sorot kamera selalu tertuju kepada Messi. Imbasnya, kekuatan dari skill rata-rata milik punggawa\u00a0<em>Albiceleste<\/em>\u00a0menguap selama 90 menit. Terbukti, dari empat partai yang dimainkan, Argentina hanya mampu membuat 5 gol dengan 9 gol kemasukan.<\/p>\n<p>Kemudian, daya dobrak Matador seperti kehilangan sengatan di kandang beruang putih. Bisa dimaklumi, kalau sang maestro Andres Iniesta tak selincah empat tahun lalu. Sayangnya, leburan kekuatan Barcelona, Real Madrid dan Atlettico Madrid dalam tubuh <em>La Furia Roja<\/em> tak menunjukkan kestabilan tiki taka mereka.\u00a0Berbeda dengan Ronaldo dan Portugalnya, yang sudah menunjukkan konsistensi jawara benua biru. Hengkangnya <em>Seleccao<\/em> dari Russia, karena memang hasil dari permainan selama 90 menit.<\/p>\n<p>Sekarang, tinggal menilik secara jeli bagaimana Perancis, Belgia, Kroasia dan Inggris menguasai atmosfer semifinal dan partai puncak Piala Dunia 2018 ini. Jadi, tim manapun yang mampu tampil konsisten dengan <em>habit<\/em> dan gaya khas masing-masing tanpa terintimidasi permainan lawan, dipastikan tim itulah bakal menggelar pesta kemenangan.*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Sidratul Muntaha (jurnalis olahraga dan pemerhati sepakbola)\u00a0 Beberapa hari jelang\u00a0kick off\u00a0pertama putaran Piala Dunia 2018 di gelar di Russia, sebagian besar penghuni Planet Bumi ini menempatkan prediksi mereka pada tim-tim favorit. Brazil, Jerman, Argentina, Spanyol adalah empat kandidat yang dinilai paling dominan di favoritkan. Tapi tidak sedikit juga yang menempatkan Protugal, Perancis dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22671,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[19],"tags":[9,71],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/07\/IMG_20180709_214304.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-5TE","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22672,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22670\/revisions\/22672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}