
{"id":23597,"date":"2018-08-04T10:14:05","date_gmt":"2018-08-04T03:14:05","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=23597"},"modified":"2018-08-31T00:03:29","modified_gmt":"2018-08-30T17:03:29","slug":"penerjun-payung-api-asian-games-loncat-lebih-jauh-ternyata-ini-sebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/penerjun-payung-api-asian-games-loncat-lebih-jauh-ternyata-ini-sebabnya\/","title":{"rendered":"Penerjun Payung Api Asian Games Loncat Lebih Jauh, Ternyata Ini Sebabnya"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Sebanyak 52 penerjun payung dari Paskhas TNI AU yang mendarat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, ternyata harus meloncat lebih jauh dari titik pendaratan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal itu dilakukan untuk mengatasi kendala angin yang bertiup cukup kencang di kawasan Jakabaring, Sabtu (04\/08). Hal itu diakui pimpinan penerjun payung Asian Games 2018 di Palembang Letkol Pas Helmi Ardiyanto Nange. <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u201cJam 07.00 WIB kita sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">take off.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> Kita di udara sekitar 30 menit. Begitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">take off,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> VCP di bawah bisa kontak dengan pesawat dan memang sudah dihitung dari pesawat dan yang kendalikan dari tim Dalpur di bawah, memang angin 12 knot sehingga bisa dilihat tadi kami loncatnya agak jauh dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">dropping zone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> atau lapangan,\u201d ujar Helmi kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">fornews.co<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> usai seremoni penyerahan api Asian Games 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (04\/08) pagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Helmi menerangkan, para penerjun payung ini terjun dari ketinggian 7.000 kaki dengan empat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">run<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> masing-masing terdiri dari 13 penerjun. Meski dihadapkan pada kendala angin, namun hal itu tidak menjadi halangan anggotanya menjalankan tugas dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMeski ada kendala (angin) tapi karena memang prajurit-prajurit saya ini semuanya sudah terlatih, sehingga mereka menggunakan teknik yang sudah diajarkan sehingga bisa masuk dan mendarat dengan mulus,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Helmi mengaku bangga mendapat kepercayaan membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tinder box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berisikan api Asian Games 2018 yang akan diarak keliling Palembang dan Sumsel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cKalau saya dibandingkan prajurit, mereka lebih senior. Tapi ini kebanggaan tersendiri buat saya ditunjuk membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tinder box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Disini semua rata-rata sudah 1.000 jam terjun. Saya belum sampai 1.000 jam terjun. Tapi dipercaya komando atas untuk membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">tinder box<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ini kebanggaan buat saya. Harapan saya dan anggota, Asian Games 2018 bisa berjalan lancar dan sukses,\u201d kata Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas Malang ini. (ije)<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Sebanyak 52 penerjun payung dari Paskhas TNI AU yang mendarat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, ternyata harus meloncat lebih jauh dari titik pendaratan. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kendala angin yang bertiup cukup kencang di kawasan Jakabaring, Sabtu (04\/08). Hal itu diakui pimpinan penerjun payung Asian Games 2018 di Palembang Letkol Pas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":23598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[12],"tags":[148,3951],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/08\/IMG_20180804_104639.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-68B","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23597"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23599,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23597\/revisions\/23599"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}