
{"id":23904,"date":"2018-08-13T08:23:13","date_gmt":"2018-08-13T01:23:13","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=23904"},"modified":"2018-08-31T00:13:25","modified_gmt":"2018-08-30T17:13:25","slug":"rektor-ugm-kami-tidak-mendidik-mahasiswa-menjadi-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/rektor-ugm-kami-tidak-mendidik-mahasiswa-menjadi-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Rektor UGM : Kami Tidak Mendidik Mahasiswa Menjadi \u201cYogyakarta\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> \u2013 Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengatakan, keguyuban, kebersamaan dan kekompakan merupakan salah satu ciri khas dan modal pengelola universitas dalam mendidik mahasiswanya.<\/p>\n<p>\u201cSaya senang sekali, bahwa alumni UGM di mana-mana, itu terkenal guyub, ya. Mungkin karena kebiasaan di kampus, kami selalu menekankan bahwa kalian para mahasiswa dari 34 provinsi datang ke UGM, tidak akan kami didik menjadi Jawa, tidak menjadi Yogyakarta. Tetapi kalian kami didik menjadi Indonesia sejati, gitu ya. Orang Aceh yang tahu Jawa, kemudian orang Jawa yang berteman dengan orang Papua, orang Aceh tahu orang Papua, sehingga betul-betul menjadi Indonesia yang saling tahu kebudayaan, culture masing-masing,\u201d kata Panut Mulyono ketika menghadiri acara \u2018Sambung Dulur\u201d alumni UGM asal Sumsel yang tergabung dalam Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Sumsel di Graha Pusri, Palembang, Minggu (12\/8).<\/p>\n<p>Melalui pertemuan-pertemuan semacam yang dilakukan Kagama Sumsel, Panut Mulyono mengharapkan para alumnus tidak hanya sekadar berkumpul untuk melepas rasa kangen, namun harus lebih dimanfaatkan sebagai ajang saling tukar ide dan gagasan, untuk bagaimana bisa lebih lagi berkontribusi terhadap bangsa dan negara.<\/p>\n<p>\u201cKami mendidik putra-putri bangsa dari 34 provinsi. Dan di sana (UGM), banyak sekali, ya, 20 persen lebih diisi anak-anak cerdas yang dari sisi kemampuan ekeonomi kurang baik, dan ini perlu dari uluran kita semua, karena kita meyakini, kita percaya, bahwa pendidikan ini adalah salah satu cara untuk bagaimana bangsa ini menjadi cepat maju dalam mencapai kesejahteraan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cDan kami pun selalu peduli dengan alumni UGM. Kami mempunyai program UGM Menyapa Alumni, jadi kita muter setiap tahun ke tempat-tempat tertentu, kita bertemu, berdiskusi, kita minta <em>feedback<\/em> atau umpan balik dari para alumni yang sudah berkiprah di masyarakat, yang tahu betul kebutuhan masyarakat, kami dengar, lalu kami perbaiki di universitas ini, agar alumninya juga selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat, jadi ada imbal baliklah antara almamater dengan alumni,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sejauh ini, Panut Mulyono mengatakan, jumlah alumni UGM yang terdaftar atau tercatat sekitar 310 ribu orang. Mereka tersebar di seluruh penjuru nusantara dan berbagai belahan dunia. Soal kontribusi terhadap bangsa, sudah tidak diragukan lagi. Misalnya dari sisi pengembangan daerah, Panut menilai sudah sangat luar biasa dan signifikan sumbangsih yang diberikan oleh para alumni.<\/p>\n<p>\u201cBanyak sekali, ya. Tokoh-tokoh misalnya di Pusri ini, itu alumni kita yang berkiprah di sini banyak. Kemudian contoh yang jadi menteri juga banyak, bahkan yang sekarang dipercaya bangsa Indonesia untuk memimpin negara, pak Jokowi itu alumni Fakultas Kehuatanan, itu contoh di pemerintahan. Belum lagi yang jadi bupati dan gubernur,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Lalu di bidang industri, banyak alumni yang mengisi jabatan star-up di berbagai perusahaan di Indonesia. Kemduian dari sisi teknologi, para alumni memiliki banyak temuan-temuan yang kemudian dihilirisasi jadi produk-produk bermanfaat, seperti alat-alat kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cBanyak kita menemukan alat-alat kesehatan dan diproduksi untuk distribusi impor. Misalnya alat hidrosefalus (Hydrochepalus), yang mengalirkan cairan rongga otak bagi bayi atau anak kecil yang disalurkan ke perut, itu kita produksi sendiri, saya kira hal-hal seperti itulah,\u201djelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, mahasiswa Sumsel sendiri dari pandangannya punya prestasi yang baik di UGM. Baik itu yang saat ini tengah menempuh pendidikan maupun yang berlabel alumni. Dia berharap, setelah lulus dari UGM dan kembali ke Sumsel, para alumni untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan Provinsi Sumsel.<\/p>\n<p>\u201cAlumni yang ada di Sumsel, kami bangga mereka guyub, mereka mempunyai aktivitas bersama sesama alumni, yang itu merupakan hal yang sangat baik bagi universitas, karena dari keguyuban itu lalu bisa sharing ide-ide antar alumni dan juga memberikan <em>feedback<\/em> ke almamater untuk perbaikan-perbaikan penyelenggaraan Tri Dharma di Universitas Gadjah Mada,\u201d tandasnya. (bas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co \u2013 Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengatakan, keguyuban, kebersamaan dan kekompakan merupakan salah satu ciri khas dan modal pengelola universitas dalam mendidik mahasiswanya. \u201cSaya senang sekali, bahwa alumni UGM di mana-mana, itu terkenal guyub, ya. Mungkin karena kebiasaan di kampus, kami selalu menekankan bahwa kalian para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":23905,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[9,81],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/08\/WhatsApp-Image-2018-08-13-at-00.21.12.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-6dy","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23904"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23904"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23907,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23904\/revisions\/23907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}