
{"id":24087,"date":"2018-08-18T12:35:27","date_gmt":"2018-08-18T05:35:27","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=24087"},"modified":"2018-08-31T00:18:39","modified_gmt":"2018-08-30T17:18:39","slug":"tak-ada-rekor-asia-atau-dunia-di-cabor-dayung-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tak-ada-rekor-asia-atau-dunia-di-cabor-dayung-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Tak Ada Rekor Asia atau Dunia di Cabor Dayung, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p><b>PALEMBANG, fornews.co<\/b><span> &#8211; Meski venue dan lintasan di Jakabaring Rowing and Canoeing Regatta Course, Palembang, telah memenuhi standar internasional, namun dipastikan tak ada pemecahan rekor Asia atau Dunia pada event Asian Games 2018 ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Competition Manager Edy Suyono menerangkan, untuk venue cabor dayung, danau di Jakabaring ini adalah yang terbaik di Asia bahkan salah satu terbaik di dunia. Sebab pada pembangunannya, danau di Jakabaring ini mencontoh dan mengadopsi beberapa venue dayung di dunia. Bahkan untuk jarak lintasan mendapatkan sertifikat dari Sucofindo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cMeski standar kita masuk internasional, tapi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rowing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> bukan mengejar pemecahan rekor Asia atau Dunia melainkan raihan catatan terbaik. Berbeda dengan atletik yang bisa ada pemecahan rekor. Di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rowing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tidak bisa karena banyak faktor yang menentukan raihan catatan terbaik. Kondisi lintasan, ketinggian air, cuaca saat bertanding sangat memengaruhi hasil yang dicapai setiap peserta. Maka dari itu untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rowing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang dicatat adalah pemegang waktu terbaik di venue ini,\u201d kata Edy pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">press conference<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di venue Jakabaring Rowing and Canoeing Regatta Course, Sabtu (18\/08).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Edy, pada Asian Games kali ini, ada sekitar 400 atlet dan ofisial dari 24 negara yang berpartisipasi terdiri dari 265 atlet dan ofisial di sektor putra dan 130 atlet dan ofisial di sektor putri. Mereka akan berkompetisi di 15 nomor masing-masing 8 nomor putra dan 7 nomor putri. <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u201cAkan tetapi ada regulasi setiap negara hanya boleh mengikuti 11 nomor. Hal itu untuk memberi kesempatan negara-negara peserta meraih medali. Sebab saat ini kekuatan dayung Asia ini didominasi beberapa negara saja yaitu China, Uzbekistan, Jepang, Korea, termasuklah Iran dan Indonesia,\u201d tutur Edy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Adapun jumlah medali emas yang diperebutkan di cabor dayung dan kano adalah sebanyak 36 keping yaitu 15 dari dayung, 12 dari kano sprint, 4 dari kano slalom, dan 5 dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">traditional boat race<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (TBR). \u201cUntuk Indonesia, target dari PB dua atau tiga medali emas bisa diraih,\u201d tukasnya. (ije)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Meski venue dan lintasan di Jakabaring Rowing and Canoeing Regatta Course, Palembang, telah memenuhi standar internasional, namun dipastikan tak ada pemecahan rekor Asia atau Dunia pada event Asian Games 2018 ini. Competition Manager Edy Suyono menerangkan, untuk venue cabor dayung, danau di Jakabaring ini adalah yang terbaik di Asia bahkan salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":24088,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[12],"tags":[148],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/08\/IMG_20180818_164427.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-6gv","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24087"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24087"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24089,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24087\/revisions\/24089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}