
{"id":25883,"date":"2018-10-11T14:45:52","date_gmt":"2018-10-11T07:45:52","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=25883"},"modified":"2018-10-31T01:32:26","modified_gmt":"2018-10-30T18:32:26","slug":"sempat-fall-di-semifinal-climber-muba-hinayah-masuk-4-besar-seri-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/sempat-fall-di-semifinal-climber-muba-hinayah-masuk-4-besar-seri-dunia\/","title":{"rendered":"Sempat Fall di Semifinal, Climber Muba Hinayah Masuk 4 Besar Seri Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>HUAIAN, fornews.co<\/strong>-Climber asal Musi Banyuasin (Muba), Muhammad Hinayah, yang tergabung dalam Tim Speed Indonesia, kembali hanya menempati peringkat empat pada ajang The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 di Huaian, Tiongkok, Rabu (10\/10).<\/p>\n<p>Pada fase semifinal men\u2019s speed, saat berhadapan dengan pemanjat Indonesia lainnya, Pangeran Septo Wibowo, cengkraman Hinayah terlepas dari poin dinding hingga mengalami <em>fall<\/em> atau tak mampu mencapai top. Kemudian pada perebutan medali perunggu, lagi-lagi Hinayah dikalahkan Sabri catatan waktu 6,28 detik, sedangkan Hinayah mencatatkan waktu 6,37 detik. Pada nomor ini, medali emas diraih Pangeran Septo Wibowo dengan catatan waktu 6,33 detik, setelah sang lawan Rukin Sergei, dari Rusia yang fall saat final.<\/p>\n<p>\u201cSaat di semifinal menghadapi Pangeran, saya mengalami fall. Kemudian, ketika memperebutkan perunggu, saya kembali kalah dari Sabri. Tapi saya tetap bangga, karena Indonesia jadi juara untuk nomor ini,\u201d ungkap Hinayah, saat dikonfirmasi Kamis (11\/10).<\/p>\n<p>Hinayah menerangkan, bahwa even di Huaian ini pemanjat senior tidak begitu banyak. Berbeda dengan even IFSC World Cup Series di Wujiang (20-21 Oktober) dan di Xiamen (27-28 Oktober), Tiongkok, yang penuh dengan pemanjat senior.<\/p>\n<p>\u201cSetelah even di Huaian, saya akan mengikuti even sejenis di Wanyiasan tanggal 13-14 nanti. Kemudian dua even seri dunia (IFSC World Cup Series), yang memang lebih berat lagi. Karena cukup banyak pemanjat senior. Tapi saya berharap doanya agar bisa menang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Mendengar kabar tersebut, Ketua Umum FPTI Sumsel, Beni Hernedy menuturkan, bahwa hasil tersebut sudah cukup bagus dan di Huaian ini baru even pertama. \u201cMasih ada tiga even lagi yang diikuti Hinayah dan mudah-mudahan dia lebih baik lagi di tiga seri berikutnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Beni menilai, dengan level Hinayah yang sudah mampu bersaing dengan atlet panjat tebing dunia ini, tetap membutuhkan jam terbang internasional yang lebih banyak lagi.<\/p>\n<p>\u201cHinayah ini masih muda dan butuh jam terbang internasional yang lebih banyak. FPTI Sumsel berharap, ada dukungan secara profesional untuk Hinayah, karena kita menargetkan Hinayah ini juara dunia,\u201d tegas Wakil Bupati Muba ini.<\/p>\n<p>Tak lupa, Beni juga mengucapkan terima kasih pada pihak sponsor seperti Artliner, Bank Sumsel Babel dan Petro Muba, yang telah memberikan bantuan untuk keberangkatan Hinayah selama di Tiongkok.<\/p>\n<p>Pelatih speed Indonesia, Hendra Basir mengatakan, atlet yang berangkat ke Tiongkok untuk mengikuti kompetisi ini adalah Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah. (tul)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUAIAN, fornews.co-Climber asal Musi Banyuasin (Muba), Muhammad Hinayah, yang tergabung dalam Tim Speed Indonesia, kembali hanya menempati peringkat empat pada ajang The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 di Huaian, Tiongkok, Rabu (10\/10). Pada fase semifinal men\u2019s speed, saat berhadapan dengan pemanjat Indonesia lainnya, Pangeran Septo Wibowo, cengkraman Hinayah terlepas dari poin dinding [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[14],"tags":[9,71],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/10\/FPTI-1-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-6Jt","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25883"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25883"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25886,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25883\/revisions\/25886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}